Portal Indonesia
Idul adha

'Aeng Manis Keramat' di Situbondo Menimbulkan Seribu Tanda Tanya

berita terkini
Suwatun dan Ke Murjadin di depan pohon ara
ramadhan

SITUBONDO,( portalbangsa.com) - Mata air di Dusun Air Manis, yang terletak di Desa Agel, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, sejak ratusan tahun diyakini warga tentang kekeramatannya. banyak peristiwa 'aneh' di lokasi yang disebut 'Aeng Manis'  itu.

Menurut penuturan Ke Murjadin (70) sesepuh asli setempat, dulunya ada satu pohon beringin besar dan dua pohon ara. "Sekarang tinggal satu pohon ara di mata air ini .Sekitar tahun 2001 pohon beringin dipotong untuk bangun masjid. Itu usulan Mbah Sumarwi,sesepuh di sini," terang Murjadin.

Tentang kekeramatan lokasi tersebut, warga dulunya ada yang kesurupan."Biasanya kalo lewat tanpa permisi.Ada juga yang sampai tubuhnya gosong hingga mati,ngeri pokoknya," ujar kakek tersebut.

Menurut warga, lokasi itu juga disebut 'Kali Tikus'. Di bawah pohon beringin yang pernah ada muncul mata air. "Setelah sekarang tinggal satu pohon ara yang tersisa, kekeramatannya berkurang," tandas Murjadin.

Beda saat dulu, bahwa pernah ada kejadian seseorang bernama Matrawi hendak bunuh diri dengan tali yang diikat di lehernya . "Tapi anehnya,tubuhnya seperti ada yang mendorongnya jatuh dan gagal.Ada  juga orang naik pohon dilempar batu oleh sesuatu yang tak terlihat ,sampai ia lari hingga nyebur sumur," kenangnya.

Menurut beberapa sumber, kejadian aneh sebelum orang celaka,diawali dengan tanda-tanda aroma bau rujak,atau diperlihatkan penampakan biawak buntung.

Yang menarik, penuturan Suwatun (45) kondisi ranting pohon sering jadi penanda untuk kejadian tertentu." Jika  ada ranting patah  arah ke utara agak ke timur, warga Desa Agel banyak yang sakit.Jika yang di selatan,maka warga Desa Kumbangsari,banyak yang sakit. Demikian jika yang patah di barat daya,maka warga Desa Pesanggerahan yang sakit," beber Suwatun.

Ia juga menjelaskan jika pekarangan di sana milik Nyi Akmuna dan Ke Akmawi."Sekarang punya Tohari. Bagus jika ini dijadikan tempat wisata karena tidak sekeramat  dulu. Airnya dimanfaatkan warga untuk mandi," pungkasnya.

Sementara menurut Kyai Abdurrohman Luthfi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Jember menuturkan bahwa kejadian yang dianggap aneh dan keramat tersebut merupakan kejadian yang kerap kali dilakukan oleh mahluk Jin.

"Warga tidak usah takut apalagi memasang sesajen, itu perbuatan yang sangat dilarang oleh agama, perbanyak membaca do'a dan asmaul husna, kalau memang ada air yang rasanya manis, coba lakukan penelitian secara ilmiah," pintanya.

Sepanjang catatan sejarah, masyarakat sekitar perlahan-lahan sudah tidak mempercai mitos yang beredar.

Reporter : Elang Aminudin
Editor :
444
Berita Sebelumnya Lansia Lumajang, Jalan Kaki Puluhan Kilometer Menjual Tempeh
Berita Selanjutnya Viral Muammad Ja’far Hasibuan Juara Dunia Kalahkan 193 Negara Ingin Bertemu Jokowi

Komentar Anda