Portal Indonesia
ad

Beras Jadi Penyumbang Terbesar Deflasi di Jember

berita terkini
Pers rilis inflasi Jember di Badan Pusat Statistik Jember, Senin (3/3).
ad

JEMBER, (portalbangsa.com) – Komoditas beras menyumbang deflasi terbesar di Kabupaten Jember pada bulan Maret 2017 lalu. Pada bulan tersebut, Jember mengalami deflasi 0,15 persen. Selain beras, komoditas lain yang mengalami penurunan harga juga menjadi andil dalam penekanan laju inflasi.

Beras menempati posisi tertinggi penyebab deflasi disusul Kacang Panjang, Tarif Pulsa Ponsel, Cabai Merah, Kentang, Bayam, Sawi Hijau, Tongkol Pindang, Cumi-Cumi dan Jeruk.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi di Jember yakni beras, karena pada Maret terjadi musim panen raya di beberapa wilayah di Jember," kata Indriya Purwaningsih, Kepala

Badan Pusat Statistik (BPS) Jember di Kantor BPS setempat, Senin (3/3).
Ia menuturkan pada bulan Februari dan Maret, harga gabah di kalangan petani cenderung mengalami penurunan, yang semula berada di harga Rp 4.100 per kilogram menjadi Rp 3.700 per kilogram.

"Turunnya harga gabah juga berdampak pada harga beras di pasar tradisional, mulai bulan Maret mengalami penurunan harga sebesar 1,48 persen. Beras kualitas medium mengalami penurunan harga sekitar Rp 500 per kilogram, sehingga hal tersebut memicu deflasi di Jember," jelas Indriya.

Sedangkan beberapa komoditas yang mempengaruhi terjadinya inflasi di Jember ialah tarif listrik, rokok kretek filter, bensin, cabai rawit, apel, mie kering instant, minyak goreng, meja kursi tamu, daging ayam ras, dan gelas minum.

"Inflasi juga dipicu akibat kebijakan pemerintah yang menghapus subsidi listrik secara bertahap pada golongan 900 VA pada Januari 2017 yang naik sekitar 31 persen, kemudian Maret 2017 juga naik lagi," ujarnya.

Berdasarkan data, delapan kabupatebnn/kota di Jawa Timur pada bulan Maret ini semuanya mengalami deflasi. Kota Probolinggo mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,29 persen, kemudian Kabupaten Banyuwangi dengan 0,20 persen.

“Kabupaten Jember dan Sumenep mengalami deflasi dengan nilai yang sama yakni 0,15 persen, Kota Kediri deflasi sebesar 0,13 persen dan Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,06 persen,” sebutnya.

Jawa Timur pada bulan Maret 2017 mengalami deflasi sebesar 0,09 persen, sedangkan deflasi nasional sebesar 0,02 persen.

Reporter : Amrizal Z
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Malang Tegaskan Bersih Birokrasi dengan Saber Pungli
Berita Selanjutnya Personil Gabungan Ikuti Apel Kesiapan Pengamanan Situbondo Bersholawat Untuk Indonesia 

Komentar Anda