Portal Indonesia
ramadhan

13 Nelayan Sumenep Ditangkap di Australia, Pemkab Akan Mengirim Surat Ke Kementrian Kelautan dan Perikanan

berita terkini
Perahu Nelayan Asal Sumenep Saat Ditangkap Oleh Petugas Australi
222

SUMENEP, (portalindonesia.co.id)- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan berkirim surat pada Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meminta perlindungan bagi 13 nelayan asal Kecamatan Sapeken, Kabupaten setempat yang tertangkap di perairan Laut Timor, sekitar 100 mil laut timur dari Pulau Ashmore karena diduga berlayar melewati batas antar Indonesia dengan Australia pada Kamis (19/4/2018) lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumenep
Arif Rusdi, saat Ditemui diruang kerjanya. Jumat (27/4/2018)

Menurut Rusdi, walau kejadian tersebut belum ada laporan secara pasti, namun pihaknya mengakui bahwa ada 13 nelayan asal pulau sapeken yang tertangkap pemerintahan Australia, dan juga pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kemementrian terkait.

"Memang dibenarkan ada dua kapal perahu yang ditangkap oleh pemerintah Australia yang masing masing ditumpangi 5 orang dan satunya 8 orang," Terangnya.

Namun dengan hal ini, dinas perikanan setempat akan berkirim surat pada Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meminta perlindungan bagi 13 nelayan yang tertangkap di Australia.

“Permohonan perlindunhan secara tertulis kami layangkan hari ini, dan kami minta Kementerian untuk mendapatkan suaka agar nelayan kita secepatnya dideportasi ke Negara indonesia,” Harapnya.

Sesuai laporan yang diterima, nelayan asal Kecamatan Sapeken itu diamankan petugas saat berada di perairan Australia. 

"Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan tapi kalau penyebab dan lokasi penangkapannya kami masih belum dapat informasi secara detail dari Kementerian,” ungkapnya.

Saat diamankan kata Rusdy, Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi secara detail jenis perahu yang dijadikan alat tumpang untuk mencari ikan di negara tetangga. Hanya saja dilihat dari foto perahu yang beredar, diperkirakan perahu itu diatas 5 GT. 

“Kami terus koordinasi dengan Kementerian mengani peristiwa ini, kami harap nelayan kita secepatnya dibebaskan,” Tuturnya.

Reporter :
Editor :
444
Berita Sebelumnya Polres Pamekasan Musnahkan Ratusan Botol Miras
Berita Selanjutnya Go Organik Dalam Perbincangan Pengurus Indonesia Bekerja 

Komentar Anda