Portal Indonesia
ad

Wabup Pamekasan Terima Penghargaan Bebas BABS Saat Peringatan HKN ke-54 

berita terkini
Wabup Pamekasan saat menerima penghargaan Bebas BABS
ad

PAMEKASAN, (portalindonesia.net)- Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 dengan tema “Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Diri Kita” dilaksanakan di Pendopo Ronggosukowati. Jl. Kabupaten, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Juma'at (30/11/18) pagi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Provensi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Ismail Bay, serta Kepala Dinas Kesehatan se Madura, dan sejumlah tenaga medis yang ada di Kabupaten Pamekasan. 

Meski cuaca hujan yang tak kunjung reda dan kegiatan JJS (Jalan Jalan Santai) tidak bisa terlaksana, namun acara puncak HKN yang diselenggarakan di Pendopo Ronggosukowati itu tetap berjalan meriah. Pada acara ini, juga disuguhkan sayuran geratis dari puskesmas se Pamekasan. 

Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e menyampaikan, bahwa pemerintah Kabupaten Pamekasan mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap jajaran tenaga medis se Kabupaten Pamekasan. 

“Sejak lima tahun yang lalu pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui tangan-tangan kreatif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, telah bertekat untuk mewujudkan Pamekasan yang bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” paparnya saat memberi sambutan. 

Menurutnya, dengan pencapaian yang berhasil membebaskan BABS Kabupaten Pamekasan memasuki enam peringkat terbesar se Jawa Timur.

“Alhamdulillah dibawah kepemimpinan pak Bay, Pamekasan bisa masuk di peringkat ke enam. Semoga di ahir kepemimpinan beliau bisa menjadi contoh bagi kepala dinkes selanjutnya,” harapnya. 

Dalam rangkaian kegiatan HKN ke-54 ini, Direktur Kesehatan Lingkungan memberikan penghargaan bebas BABS kepada Wakil Bupati Pamekasan. Saat menerima penghargaan tersebut, Wakil Bupati Pamekasan didampingi PJ Sedak Mohammad Alwi, serta Kadinkes Kabupaten Pamekasan, Ismail Bay. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, melalui sekertarisnya menyampaikan indikator pencapaian usia harapan hidup.

"Usia harapan hidup masyarakat kita di Jawa Timur pada tahun 2016 mencapai 70,83, kemudian pada tahun 2017 menjadi 70,90. Hal ini menunjukkan ada pergesaran dari tahun sebelumnya. Tentang usia harapan hidup ini, ada tiga hal yang masih manjadi PR, yakni angka kematian ibu, angka kematian bayi, kemudian penyakit,” jelasnya. 

Disebutkan, angka kematian paling besar, terjadi pada tahun 1980. Angka kematian saat itu mencapai 65 persen dan itu diakibatkan penyakit menular. 

“Kemudian penyakit yang tidak menular mempunyai prediksi 35 persen,” pungkasnya.

 

Reporter : Muh.Mu'is
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Tuntaskan Raperda APBD Mubar 2019, DPRD Agendakan Rapur Dua
Berita Selanjutnya Peringati Hari Anti Korupsi se-Dunia, Mahasiswa di Situbondo Gelar Aksi Damai 

Komentar Anda