Portal Indonesia
ad

Diguyur Hujan 3 Jam, Ruas Jalan di Dukuh Bangun Sari Ponorogo Longsor

berita terkini
Longsor menempatkan akses jalan di Desa Wagir Kidul, Pulung, Ponorogo
ad

PONOROGO (portalindonesia.net) - Belasan meter ruas jalan di Dukuh Bangun Sari, RT 002, RW 004, Lingkungan Kekep, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, longsor setelah diguyur hujan selama 3 jam, Senin (3/12/2018) dini hari.

Informasi portalindonesia.net menyebutkan, suara gemuruhnya tanah yang longsor sempat terdengar jelas oleh sepasang suami istri (Boiran dan Sarinem) warga setempat dan sebelum terjadi longsor, hujan lebat mengguyur daerah itu mulai sekitar pukul 01.00 - 03.00 WIB dini hari.

Baca Juga : Dispora Ponorogo Lempar Polemik Gala Desa Kepada Kemenpora RI

Boiran mengaku, suara gemuruhnya terdengar saat istrinya (Sarinem) hendak memasak di dapur dan awalnya tidak menyangka kalau suara gemuruh yang terdengar dari depan rumah itu adalah suaranya tanah longsor.

"Karena sumber suara gemuruhnya terdengar berasal dari depan rumah, saya langsung keluar dari dalam rumah. Setelah dilihat, ternyata jalan yang ada di depan rumah longsor terbawa air hujan," ungkap Boiran.

Mengetahui sebagian ruas jalan di depan rumahnya longsor, ia pun langsung menghubungi Komarudin selaku perangkat desa setempat dan diteruskan ke pihak terkait.

"Ruas jalan yang longsor itu, memiliki ukuran kurang lebih tinggi 8 meter, panjang 15 meter dan lebar 2,5 meter," ungkap Boiran.

Menurut Komarudin, ruas jalan di Dukuh Bangun Sari itu sebelumnya sudah pernah longsor sekitar 6 bulan lalu, tapi tidak sampai memakan badan jalan.

"Kondisi ruas jalan yang longsor saat ini lebih parah jika dibandingkan longsor yang terjadi sekitar bulan Juli lalu, karena longsor yang sekarang sampai memakan badan jalan," tutur Komarudin.

Jika tidak keliru, lanjut Komarudin, longsor di ruas jalan itu juga pernah terjadi pada bulan Desember 2017. "Tapi oleh warga dikasih pembatas berupa bambu yang ditancapkan di sekitar area longsoran," ucapnya.  

Masih menurut Komarudin, untuk penanganan dan antisipasi terjadinya longsor susulan, pihak Pemdes Wagir Kidul akan membangun tembok penahan tanah dengan menggunakan pasangan batu yang ditata secara tersusun dan terbungkus kawat berukuran besar (bronjong) di ruas jalan yang longsor tersebut.

"Di ruas jalan yang longsor itu akan dipasang bronjong pada pertengahan bulan Desember mendatang. Saat ini, sudah ada material batu yang dikirim dengan menggunakan 5 unit dam truk," bebernya.

 

Reporter : Muh Nurcholis
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Penertiban PKL di Pamekasan Mendapatkan Penolakan
Berita Selanjutnya Peringati Hari Anti Korupsi se-Dunia, Mahasiswa di Situbondo Gelar Aksi Damai 

Komentar Anda