Portal Indonesia
ad

Pengedar Sabu Asal Banyu Urip Surabaya Dituntut 8 Tahun Penjara

berita terkini
Terdakwa saat menjalani persidangan yang beragendakan pembacaan amar tuntutan dari JPU
ad

SURABAYA, (portalindonesia.net) - Pendik Kristiawan bin Purwanto (21) warga Jalan Banyu Urip Kidul 1/28a Surabaya, terdakwa perkara narkoba siang tadi kembali menjalani sidang dengan agenda tuntutan, Senin (03/12/2018).

Dalam persidangan yang dipimpin FX Hanung Dwi. W selaku ketua Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati, sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya Sandhy Krisna dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak Surabaya.

Baca Juga : Media Suara Indonesia News Menggelar Resepsi HUT Ke-8

Dalam membacakan tututunnya, Jaksa Maryani memohon agar kiranya yang mulya Majelis Hakim menghukum terdakwa Pendik Kristiawan dengan hukuman pidana selama (8) delapan tahun penjara denda sebesar Rp 1 miliar serta Subsidair (3) tiga bulan kurungan.

Adapun tuntutan tersebut berdasarkan perbuatan terdakwa yang dengan sengaja melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu dengan menyimpan memiliki menjual atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu seberat 15,30 gram, 1,14 gram, 0,46 gram, dan (2) dua buah timbangan elektrik.

Untuk itu terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Untuk diketahui, bahwa perkara ini terjadi berawal pada Rabu 08 Agustus 2018 sekira pukul 07.00 WIB, petugas berhasil menangkap terdakwa Pendik dirumahnya yang berada di Jalan Banyu Urip Kidul 1/28a Surabaya.

Dalam penangkapan tersebut petugas mendapatkan barang bukti berupa (1) satu poket plastik berisi sabu seberat 15,30 gram, (1) satu poket plastik berisi sabu seberat 1,14 gram, (1) satu poket plastik berisi sabu seberat 0,46 gram, serta (2) dua timbangan elektrik, (3) tiga pak plastik klip kosong, (1) satu HP merk Oppo warna putih.

Selanjutnya terdakwa beserta barang buktinya dibawa ke kantor Polisi guna penyidikan lebih lanjut, saat di interogasi terdakwa mengaku jika barang haram tersebut adalah milik seorang yang biasa dipanggil Edo (DPO).

Reporter : Addy M.a.z
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Dispora Ponorogo Lempar Polemik Gala Desa Kepada Kemenpora RI
Berita Selanjutnya Pelaku Asusila Resahkan Warga, Digelandang ke Mapolres Situbondo 

Komentar Anda