Portal Indonesia
ad

Ketua Komite Desak Kepsek SMA 1 Napano Kusambi Kembalikan Uang Siswa

berita terkini
Ketua Komite SMA 1 Napano Kusambi, La Nursan
ad

MUNA BARAT, (portalindonesia.net) - Kepala SMA 1 Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, La Ode Singgu, didesak agar segera mengembalikan uang yang dipungut dari siswanya. 

Desakan itu disampaikan Ketua Komite SMA 1 Napano Kusambi, La Nursan, saat ditemui dirumahnya, Senin (3/12/18). Menurutnya pungutan yang dilakukan oleh Kepala SMA 1 Napano Kusambi itu tak ada dasarnya. 

Baca Juga : Bupati Mubar: Pembangunan Sarpras Sektor kesehatan Terus Digenjot 

"Setelah kita telusuri pungutan sebesar Rp 200 ribu per siswa itu hanya inisiatif kepala sekolah. Mestinya kalau  ada pungutan kepada siswa harus melalui rapat. Apapun alasannya, kalau tidak ada persetujuan dari pihak komite pungutan tersebut tidak bisa dilakukan," jelas Nursan. 

Kata dia, yang membuat kita geram bila siswa tidak membayar uang Rp 200 ribu itu, siswa tidak akan diberikan kartu ulangan.

"Informasi yang kita dapatkan dari siswa seperti itu. Siswa membayar dulu baru dikasih kartu ulangan. Saat itu saya langsung menemui kepala sekolah guna mempertanyakan dasar pungutan tersebut. Alasan yang disampaikan oleh kepsek ketika itu, bahwa duit tersebut akan digunakan untuk insentif guru honorer dan perbaikan meja dan kursi," bebernya.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala SMA 1 Napano Kusambi, La Ode Singgu, mengatakan uang yang dibayar oleh siswanya itu adalah sumbangan sukarela. 

Kata Singgu, sumbangan sukarela dari siswa itu sesuai hasil rapat bersama tokoh masyarakat dan orang tua siswa, lima bulan silam.

"Uang sumbangan siswa itu kita belikan kursi baru sebanyak 25 buah; rehab meja 60 buah; meja setengah biro untuk guru ada enam pasang. Kemudian kita porsikan juga untuk  insentif 15 guru honorer. Untuk insentif guru honorer ini jumlahnya Rp dua juta," ulas Singgu ketika dihubungi lewat telepon Selasa (4/12/18).

Selain itu, tambah La Ode Singgu, dana dari sumbangan sukarela itu dipakai pada pembangunan gapura.

"Besar uang yang dihabiskan untuk pembangunan gapura ada Rp enam juta. Sebanyak Rp empat juta, dananya dari sumbangan dan Rp dua juta saya cukupkan sendiri," imbuhnya.

Ia mengaku kebijakan memungut sumbangan dari orang tua siswa tersebut pernah diprotes oleh ketua komite. 

Menurutnya permintaan sumbangan dari orang tua siswa harus dilakukan karena hal tersebut sifatnya mendesak. 

"Saya melihat anak-anak (siswa) sudah tidak cukup kursinya. Kalau saya tidak lakukan ini jangan sampai disalahkan. Karena itu, saya tidak mau sumbangan itu disebut ilegal. Sebab sumbangan Rp 200 ribu per siswa itu disetujui  melalui rapat, yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan orang tua siswa. Ada daftar hadir dan ada berita acaranya. Hanya saja pada rapat saat itu ketua komite tidak hadir," tandas Singgu.

Baca Juga : Tak Kuorum, Raperda APBD Mubar 2019 Kembali Gagal Diputuskan

Sementara itu, Bendahara Komite SMA 1 Napano Kusambi, La Mbaraki, mengungkapkan dari jumlah 114 siswa, yang sudah membayar sumbangan ada 72 orang.

"Sejauh ini jumlah siswa yang telah melunasi pembayaran sumbangan sudah 72 orang. Rata-rata mereka membayar Rp 200 ribu per orang. Kecuali yang bersaudara yang membayar hanya satu orang saja. Saat ini siswa yang belum melunasi uang sumbangan tersebut tinggal 42 orang. Pelunasan sumbangan sukarela ini jangka waktunya dalam satu tahun," katanya.

Lanjut La Mbaraki, jumlah total uang yang telah masuk, sebanyak Rp 12 juta. Uang tersebut telah diberikan kepada kepala sekolah.

"Uang yang sudah kita kasih keluar lewat kepala sekolah sebesar Rp 12 juta. Uang itu untuk pembayaran insentif guru honor, perbaikan meubeler dan pembuatan pintu gerbang  (gapura)," tuturnya.

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Diduga Jalin Hubungan Terlarang, Oknum Guru di Pasean Pamekasan Kepergok “Indehoy”
Berita Selanjutnya Tebang Pohon Mangga, Warga Banyuglugur Nyaris Tewas Kesetrum 

Komentar Anda