Portal Indonesia
ad

Setelah Mendapat Pembinaan, Peserta PIWS Sumenep Mulai Buka Usaha Ikan Lele

berita terkini
Abdullah Mohammad Husien warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep Peserta PIWS Membuka Usaha Ikan Lele
ad

SUMENEP, (portalindonesia.net)- Peserta Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) tahun 2017 Sumenep, mulai buka usaha membudidayakan ikan lele.

Seperti yang dilakukan Abdullah Mohammad Husien warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim). Sebelum terjun menjadi pembudidaya ikan lele, ia mengikuti pelatihan di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep.

Setelah mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep, Abdullah Mohammad Husien langsung menerapkannya. Karena Husien panggilan karab dari Abdullah Mohammad Husien ini memang memiliki lahan yang cukup luas untuk membudidaya ikan lele.

“Banyak ilmu yang saya dapat saat mengikuti pelatihan di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep,” katanya, Selasa (4/12/2018) 

Awalnya Husien membuat 35 kolan dengan 2×4 dan diberi 200 ribu ekor bibit ikan lele. Kemudian setelah beberapa hari bibit ikan lele tersebut mulai beranjak besar dan siap dijual. Disinilah permasalahan yang dihadapai Husien, yakni ketika bibit ikan lele tersebut sudah mulai besar akan dijual kemana???.

“Saya sempat kebingungan, ini ikan lele mau dijual kemana ya …???,” tutur Husien.

Setelah lama berpikir akhirnya, Husien teringat pada saat mendapatkan pelatihan di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep. Selain mampu memproduksi, para peserta juga harus mampu mencari peluang pasar dalam menjual produknya.

Dari situlah, Husien mulai mencari peluang pasar. Selain menjadi pemilik, sekaligus Husien juga sebagai marketing atau pemasaran dengan mendatangi para penjual kuliner di Kecamatan Ambunten. Alhasil, dengan bermodalkan pengetahuan selama mengikuti pelatihan di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep pada tahu 2017, usaha Husien membuahkan hasil.

“Ya mau tidak mau, selain menjadi pengusaha, saya harus juga menjadi marketing. Syukur Alhamdulillah, banyak yang mau membeli ikan lelenya,” ungkap Warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten Sumenep ini.

Namanya manusia yang tidak selalu puas dengan hasilnya, Husien terus bertekad bisnis ikan lelenya yang memang menjanjikan tersebut terus dikembangkan. Bahkan, pangsa pasarnya juga tidak hanya cukup di Kecamatan Ambunten Sumenep saja, melainkan juga mulai merambat ke Kabupaten lainnya, seperti Kabupaten Pamekasan dan Sampang.

“Saya terus membangun jaringan pelanggan, dan tidak hanya di Sumenep saja. Akan tetapi juga di Pamekasan dan Sampang,” tandasnya.

Saat ditanya dalam sebulan Husien mampu mengirimkan berapa ton ikan lele. Husien mengatakan, dalam sebulan sekitar 1 ton lebih ikan lele yang berhasil dijual. Akan tetapi, pada saat ini dirinya merasa kewalahan karena permintaan ikan lele sangat membludak, terutama warung maupun tempat makan di pinggir jalan, rata-rata memesan pada UD. Joko Lelono.

“Permintaan sangat membludak, dan saya hampir kewalahan untuk memenuhi kebutuhan dari para pelanggan,” ucapnya.

Menyiasati banyaknya pelanggan yang memesan ikan lele kepada UD. Lelono yang merupakan unit usaha dagang miliknya. Maka Husien mulai merengkrut dua karyawan yang diberi upah sekita Rp 1,2 juta dengan makan 2 kali.

“Terimakasih kepada bapak Bupati Sumenep yang telah membuat program Wirausaha Muda, dan saya yang dulunya menganggur, kini menjadi pengusaha ikan lele dan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri,” imbuhnya.


 

Reporter : Ach Fajar
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Ketua Komite Desak Kepsek SMA 1 Napano Kusambi Kembalikan Uang Siswa
Berita Selanjutnya Peringati Hari Anti Korupsi se-Dunia, Kejari Surabaya Bagikan Ribuan Stiker

Komentar Anda