Portal Indonesia
ad

Dugaan Kasus Penyelewengan Tanah Kas Desa, Dua Desa di Situbondo Kembalikan Dana Rp 807.802.187

berita terkini
 Saat berlangsungnya konferensi pers terkait kasus dugaan penyelewengan TKD Demung dan TKD Langkap Kecamatan Besuki, di Kantor Kejari Situbondo
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.net) - Kejaksaan Negeri Situbondo melakukan konferensi pers terkait kasus dugaan penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) Demung dan TKD Langkap, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jatim, Kamis (6/12/2018). 

Dalam Konferensi Pers kasus TKD yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Situbondo, dua desa itu dalam melakukan pengelolaan TKD terdapat kesalahan secara administratif. Sehingga dua desa tersebut akhirnya harus mengembalikan dana pengelolaan TKD sejumlah Rp 807.802.187, dengan rincian Desa Demung sebesar Rp 680.302.187, dan Desa Langkap Rp 127.500.000.

Dalam pengembalian dana tersebut juga disaksikan oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Situbondo, perwakilan APDESI, LSM dan Pelapor, Kepala Kejaksaan (Kajari) Situbondo menyerahkan ke dua orang perwakilan dua desa yang didampingi Kasi Intelejen dan Kasi Pidsus Kejari Situbondo. 

“Dari hasil kesepakan kami dengan Inspektorat dalam pencegahan Korupsi yang sudah melalui MOU bersama Kepolisian dan pengadilan melalui. APIP, kasus TKD dua desa ini hasil temuan kami masih sebatas kekeliruan administratif, jadi kami kembalikan ke desa yang bersangkutan agar dilakukan pembangunan di desanya masing-masing," ungkap Kajari Nur Slamet, SH., MH., kepada para awak media. 

Sementara Kasi Pidsus Kejari Situtubondo, Reza Aditya Wardana, SH., MH., menambahkan sesuai SKB 3 menteri, pengawasan Korupsi dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dimana di daerah adalah Inspektorat dan sudah dilakukan MOU dengan penegak hukum di Situbondo sejak Juli 2018.

"Ada pengelolaan tanah kas desa (TKD) yang bekerjasama dengan APIP Kabupaten Situbondo, disepakati bahwa ada kesalahan administratif yang akhirnya pemulihan dan pengembalian uang tersebut," ucap Kasi Pidsus Reza.

Sementara pelapor dugaan penyelewengan TKD Desa Demung, M. Setiawan, mengaku kecewa dengan langkah Kejari Situbondo. Menurutnya pengembalian uang hasil korupsi seharusnya tidak menggugurkan pidana korupsi itu sendiri

“Enak sekali, habis mereka maling uang warga Demung rusak, lantas perkara selesai. Jika memang kasus dugaan penyewelangan ini dianggap akan menghasilkan uang SP3. Terus terang sebagai warga Demung sekaligus pelapor, saya batalkan dengan langkah yang dicermati oleh Kejaksaan Negeri Situbondo, "ungkap pelapis yang biasa disapa dengan panggilan Iwan itu. 

 

Reporter : Abdul Hakim
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya La Halido Diaktifkan Kembali Jadi Kades Sidamangura, Dipprotes JPADD Mubar 
Berita Selanjutnya Pelaku Asusila Resahkan Warga, Digelandang ke Mapolres Situbondo 

Komentar Anda