Portal Indonesia
ad

Pelaku Asusila Resahkan Warga, Digelandang ke Mapolres Situbondo 

berita terkini
Pelaku AR dan barang bukti yang telah diamankan di Mapolres Situbondo
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.net) - Seorang pelajar di Kabupaten Situbondo, berinisial AR, belum lama ini mendadak jadi viral di media sosial. Laki laki berumur 15 tahun yang sempat viral di medsos itu bukan karena prestasi. Tapi karena beberapa kali melakukan perbuatan tidak senonoh, yakni memegang payudara wanita, diantaranya di Jalan Raya Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar. 

Akibat ulahnya yang meresahkan warga tersebut, warga Kampung Krajan, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa akhirnya pada Senin (10/12/2018) malam, dibawa ke Polsek Jangkar lalu digelandang ke Mapolres Situbondo. 

Tertangkapnya peristiwa itu, bermula sekitar pukul 20.45 WIB, seorang mahasiswi pulang kuliah dari arah Situbondo dengan naik sepeda motor. Sesampainya dijalan dekat Kuburan Cina yang terletak di Desa Curah Kalak, korban dipepet pelaku yang tidak di kenal dan tiba-tiba pelaku yang diketahui AR itu langsung memegang payudara korban. 

Lantaran tidak terima dengan perbuatan asusila yang dilakukan AR, korban langsung teriak dan mengejar pelaku. Kejar-jajaran pun terjadi dan sesampainya di Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar, pelaku berhasil diamankan masyarakat yang kemudian diamankan ke Polsek Asembagus. 

Selanjutnya, pelaku AR (15), dibawa ke Polsek Jangkar sesuai dengan TKP kejadian lalu digelandang ke Polres Situbondo. 

"Pelaku diamankan di Mapolres guna proses penyidikan lebih lanjut, terkait tindak lanjut kasusnya masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ungkap Kasubbag Humas Iptu Nanang Priyambodo. 

Karena tindakan pelaku masuk perbuatan asusila atau cabul, Kasubbag Humas Polres Situbondo menghimbau kepada,masyarakat untuk tidak memakai istilah “Begal Susu”. 

"Ini dalam rangka untuk menjaga kondusifitas kamtibmas diwilayah Situbondo," tutur Iptu Nanang. 

Selain itu, Iptu Nanang juga menghimbau masyarakat terutama remaja perempuan agar tidak keluar sendirian saat malam hari, minimal ada saudara atau kawan yang mendamping. "Hal ini untuk mengantisipasi adanya niat tidak baik dari remaja-remaja yang usil," pungkasnya. 

 

Reporter : Abdul Hakim
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Silih Berganti Keluarga Miskin Kartomo Masuk Rumah Sakit di Ponorogo, Ini Kisahnya
Berita Selanjutnya Badan Amil Zakat Nasional Adakan Pelatihan Jahit di Kota Bekasi

Komentar Anda