Portal Indonesia
ad

Giri CS Benarkan Lakukan Penganiayaan Dua Pria Di Salah Satu Club Di Surabaya

berita terkini
Saksi Korban (kiri) Dihadirkan Dalam Persidangan Giri CS
ad

SURABAYA,(portalindonesia.net) - Sidang kasus pengeroyokan di Jimmy's Club Hotel JW Marriot, Surabaya, dengan lima terdakwa Giri CS memasuki babak baru. Dalam persidangan pada Selasa (11/12/2018), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo dari Kejari Surabaya menghadirkan dua orang saksi korban untuk menceritakan pasca kejadian dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Dua orang saksi adalah Handy dan Jimmy. Kepada Majelis Hakim yang diketuai Syifa'urosidin, mereka mengaku bahwa lima orang terdakwa yakni Giri Bayu Kusuma, Dewi Megawati Aldona Doni, Jenifer Berby Aldona Doni, Muhammad Rizzal dan Muhammad Baslum ini telah melakukan pemukulan secara bersamaan.

Saksi Handy berkesempatan memberikan kesaksian terlebih dulu, ia mengaku bahwa pada saat itu di dalam ruangan Jimmy's Club, sekira pukul 01.00 WIB, terdapat keributan antar pengunjung. Handy mengaku tidak mengetahui sebab dan musabab awal kejadian terjadinya keributan itu.

Ketika hendak keluar dari ruangan club bersama saksi Jimmy dan Yuna (kawan Jimmy), saat menuruni tangga, Jimmy menanyakan perihal keributan yang terjadi beberapa jam yang lalu tersebut.

"Saat turun lewat tangga, Jimmy tanya ke saya, ada apa kok ribut-ribut tadi? Masalah bubur (kecil) gitu aja kok di ributin," kata Handy menirukan pertanyaan Jimmy.

Tanpa ada sebab, terdakwa Dewi Megawati Aldona Doni, mengejar Jimmy dan langsung memaki dengan nada rasis. Mengetahui hal tersebut, Handy pun mencoba menghalangi untuk menenangkan terdakwa Dewi. Tak ayal akhirnya Handy pun harus menerima cengkeraman tangan pada kerah bajunya hingga sobek.

"Dia (Dewi) mau ngejar Jimmy, saya tenangkan malah saya yang di pukul dan di cengkeram kerah baju saya." lanjutnya.

Handy menambahkan, setelah ia di serang terdakwa Dewi, 4 orang terdakwa lainnya datang menghampiri dan langsung melakukan pengeroyokan, mulai dari pemukulan dengan Handphone oleh terdakwa Jenifer, tendangan, pukulan dan cekikan. Dari hasil visum, Handy mengalami luka lecet pada pipi sebelah kiri, punggung sisi kiri, lengan kiri belakang dan leher kanan belakang.

"Saya ditendang, dipukul dan dicekik, bahkan sampai digigit oleh Jenifer." imbuh Handy dibarengi menunjukkan pada Majelis Hakim bekas gigitan di bagian punggung.

Giliran saksi Jimmy memasuki ruang sidang Sari 1 PN Surabaya, ketika diperiksa ia mengatakan hal serupa dengan apa yang disampaikan oleh saksi Handy. Jimmy mengaku heran dengan pihak keamanan Jimm's Club, kendati pada saat hendak menolong saksi Handy, dirinya malah dihadang oleh sekuriti.

"Saya hanya melihat Handy dikeroyok, lalu saya berusaha melerai, daripada mati konyol disitu saudara saya. Tetapi satpamnya kok malah menghadang saya, saya terobos saja. Begitu saya hendak melerai, gantian saya yang dikeroyok sama mereka." papar Jimmy.

Jimmy mengalami luka robek dibagian atas alis mata sebelah kiri, luka memar di pipi kanan, pelipis kanan, dahi tengah dan pipi kiri. Setelah ditanyai Majelis Hakim soal keterangan dua orang saksi tersebut, lima orang terdakwa itupun diakuinya.

Hanya saja terdakwa Rizal menepis keterangan saksi dengan mengaku tidak memukul korban, melainkan hanya memegangi korban. Sedangkan terdakwa tidak mengakui bahwa dirinya melontarkan kata-kata rasis.

Namun, penyangkalan para terdakwa harus pupus. Pasalnya pada sidang kali ini, Jaksa Damang menunjukkan barang bukti berupa baju kaos milik korban Handy yang sobek dan hasil rekaman CCTV, dimana dalam rekaman itu terlihat jelas jika lima orang terdakwa telah melakukan penganiayaan secara bersamaan (pengeroyokan) terhadap dua korban ini.

Dalam perkara ini, perbuatan kelima orang terdakwa didakwa dan dijerat oleh JPU dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP.

 

Reporter : Addy M.a.z
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Pelaku Asusila Resahkan Warga, Digelandang ke Mapolres Situbondo 
Berita Selanjutnya Badan Amil Zakat Nasional Adakan Pelatihan Jahit di Kota Bekasi

Komentar Anda