Portal Indonesia
ad

Diduga Tidak Berizin, Puluhan Massa LMP Datangi Hotel Front One Pamekasan

berita terkini
Massa Mengeruduk Hotel Fron One Pamekasan
ad

PAMEKASAN, (portalindonesia.net)- Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Laskar Merah Putih (LMP) mendatangi Hotel Front One di Jalan Jokotole, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Rabu (12/12/18).

Dalam aksinya ormas Laskar Merah Putih menuding Hotel Frone One tidak mengantongi ijin dan melabrak undang undang.

Abdus Samat selaku ketua LMP Pamekasan dalam orasinya mengatakan akan mengusut tuntas terkait perizinan tersebut.

“Kami mengadakan aksi demontrsi ini bertujuan untuk mengusut tuntas terkait perijinan yang mana hotel frone one ini dalam pembangunannya tidak mengantongi ijin dan diduga melabrak undang undang” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa Hotel Front One juga diduga dijadikan tempat maksiat dan menyediakan tempat hiburan.

“Hotel front one dalam prakteknya selain memberikan pelayanan penginapan juga menyediakan hiburan karaoke dan diskotik yang tidak berijin dan kegiatan tersebut juga sangat ditentang oleh masyarakat pamekasan sebagai Kota gerbang salam, ucapnya” tandasnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan menuntut agar Hotel Front One ditutup dan kegiatan kemaksiatan tidak ada di kota gerbang salam.

"Kami anggota LMP meminta agar aparat penegak hukum bisa menutup tempat ini, jika mereka tidak bisa menutup hotel front one kami tidak akan meninggalkan tempat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manajer Hotel Front One Elfin membantah tudingan dari massa tersebut, bahwa pihanya sudah sesudai dengan prosedur.

“Hotel Front One sudah sesuai prosedur yang ada, nanti kita kasih tau berkas- berkasnya ada,” Tegasnya.

Akan tetapi hal itu ditepis oleh salah satu orator aksi Abdus Samad, bahwa hotel Front Satu belum melengkapi persyaratan yang ada dalam aturan yang ada.

“Mana buktinya kalau sudah sesuai, tunjukkan kepada kami sekarang juga,” Pintahnya.

Ia menyampaikan hal yang berkaitan dengan penutupan pihak ke pihak dalam hal ini Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Mohon maaf untuk penutupan kami, serahkan kepada pihak yang berwewenang,” pungkasnya.

 

Reporter : Muh.Mu'is
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Serah Terima Pasar Rakyat Wringinanom Sempat Tertunda, Kadis Koperasi dan UKM Situbondo Minta Maaf 
Berita Selanjutnya Badan Amil Zakat Nasional Adakan Pelatihan Jahit di Kota Bekasi

Komentar Anda