Portal Indonesia
ad

KPUD Mubar Minta Peserta Seminar Sosialisasikan Pemilu Kepada Khalayak

berita terkini
Ketua KPUD Mubar, Awaludin Usa
ad

MUNA BARAT, ( portalindonesia.net) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, meminta kepada ratusan peserta seminar kepemiluan agar mensosialisasikan Pemilu 2019 kepada masyarakat luas.

Ketua KPUD Muna Barat (Mubar), Awaludin Usa, mengatakan ajakan ini dimaksudkan demi suksesnya pelaksanaan Pemilu yang akan dihelat April 2019 mendatang.

"Kita meminta kepada seluruh peserta seminar hari ini, untuk bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat yang lainnya. Out put kegiatan ini adalah setiap individu atau kelompok dapat memberikan pemahaman terhadap warga lainnya terkait Pemilu," jelas Awaludin saat membuka acara seminar kepemiluan, di You Me Resto And Coffee, Sabtu (22/12/18).

Kata dia, dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat dapat memahami hak-hak politiknya sebagai warga negara.

"Salah satu hasil yang hendak dicapai dari sosialisasi itu ialah partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan semakin baik," terangnya.

Ia menyadari tanpa bantuan dan partisipasi masyarakat, penyelenggaraan Pemilu 2019 tidak akan memperoleh hasil yang optimal.

"Perangkat  penyelenggara pemilu yang kita miliki sangat terbatas. Karena itu bantuan kita semua sangat dibutuhkan. Sebab untuk mewujudkan Pemilu yang sukses bukan semata tugas KPUD, akan tetapi hal ini merupakan tanggung jawab bersama," paparnya.

Awaludin menyarankan kepada peserta untuk membentuk wadah. Wadah ini akan berperan mensosialisasikan Pemilu kepada khalayak.

"Semua biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitasnya akan kita tanggung semuanya," katanya. 

Ia juga menambahkan melalui forum ini pihaknya memberikan klarifikasi terkait dimasukkannya tuna grahita (disabilitas intelektual) dalam daftar pemilih.

"Terkait ini kita sampaikan bahwa dalam aturan Pemilu, tuna grahita adalah warga negara yang memiliki hak pilih. Ketika usianya sudah 17 tahun atau sudah menikah mereka harus didaftar sebagai pemilih. Selain itu kita juga menyampaikan soal pembuatan kotak suara dari kardus. Penyelenggra melakukan itu karena perintah Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Seperti itu. Supaya masyarakat jangan salah persepsi menyikapi ini," ucapnya.

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Walikota Malang: Kasih Sayang Seorang Ibu Itu Tak Lekang Oleh Waktu
Berita Selanjutnya Ratusan Warga Bangsri Geruduk Kantor Desa, Tuntut Kades Mundur

Komentar Anda