Portal Indonesia
ramadhan

Masalah Adat Kerap Picu Pertikaian Sosial, Begini Solusi Bupati Mubar

berita terkini
Perwakilan Lembaga Adat Muna dan Mubar yang ikut menghadiri acara pembukaan festival pantun modero yang ke dua
222

MUNA BARAT, (portalindonesia.net) - Masalah adat yang berhubungan dengan besaran mahar kerap memicu pertikaian sosial dalam masyarakat. Oleh Bupati Muna Barat, Laode M.Rajiun Tumada persoalan tersebut merupakan persoalan serius yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Bupati Rajiun mengatakan untuk mengatasi hal ini pihaknya akan melibatkan lembaga adat dari Kabupaten Muna dan Mubar Barat.

"Untuk menyamakan persepsi soal adat itu Pemda Mubar siap memfasilitasi. Mubar siap jadi tuan rumah. Kedua lembaga ini akan duduk bersama untuk melakukan kajian supaya masalah adat tidak menimbulkan konflik lagi sesama masyarakat suku Muna," demikian ungkap Rajiun pada acara pembukaan Festival Pantun Modero, Kamis (27/12/18) yang berlangsung di Taman Budaya.

Rajiun optimistis adanya kajian dengan melibatkan lembaga adat Muna dan Muna Barat, masalah yang muncul selama ini akan selesai.

Menurut Bupati Rajiun persoalan ini tak bisa diputuskan secara sepihak. Karenanya untuk menyelesaikan masalah tersebut harus duduk bersama guna mengkaji masalah adat supaya ada kesepahaman.

"Karena Muna dan Mubar masih satu kesatuan secara adat dan budaya. Muna dan Mubar hanya terpisah secara administratif. Supaya persoalan adat ini tidak menimbulkan pertikaian sosial di masyarakat, harus ada pembahasan secara bersama," katanya.

Ia menjelaskan lembaga adat telah terbukti berperan membantu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Lembaga adat telah banyak menyelesaikan masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Masalah yang ada berhasil diselesaikan oleh lembaga adat tanpa harus melalui penegak hukum. Pendekatan itu telah berhasil  mewujudkan suasana aman, nyaman dan sejuk," ujarnya.

Sekedar diketahui, Muna dan Mubar pada awalnya satu wilayah yakni Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Masyarakat dua kabupaten ini memiliki kesamaan adat dan budaya. Namun pada tahun 2014 silam Muna Barat resmi berdiri sendiri menjadi daerah otonom baru (DOB). 

Berangkat dari sejarah itu Bupati Rajiun berpandangan semua persoalan yang menyangkut adat dan budaya harus dibahas secara bersama-sama.

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya KPUD Kota Malang Gelar Rakor Pelaporan Dana Kampanye Pileg Dan Pilpres
Berita Selanjutnya Pendaftaran Pengisian Los dan Kios Pasar Baledono Diperpanjang

Komentar Anda