Portal Indonesia
ad

Nyaris 2 Tahun Nenek Di Situbondo Tak Terima Gaji Pensiunan, Ini Kondisinya 

berita terkini
Nenek Sulastri di dampingi Ketua RT setempat di gubuk reotnya 
ad

 

SITUBONDO, (portalindonesia.net) - Pasca suaminya yang pensiunan PNS TNI-AD meninggal dunia pada 24 Maret 2017 silam, Sulastri, warga DusunTimur, RT 1 RW 5, Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, hampir 2 tahun tak terima gaji pensiunan. 

Nenek yang tinggal di gubuk repot dan hidup sebatang kara itu, kian hari kondisinya kian memprihatinkan. 

"Sejak bulan 4 tahun 2017 hingga saat ini, saya sudah tidak mendapat uang pensiunan suami. Jadi saya pinjam-pinjam ke tetangga," ujarnya saat didatangi portalindonesia.net, Kamis (10/01/2019).

Nenek yang akrab disapa dengan Bu Min ini praktis memperoleh makan hasil pemberian dari tetangganya, karena kedua anak angkatnya juga jauh lantaran ikut suaminya.

Hal yang memprihatinkan lagi, pasca Ponimin (suami Sulastri) meninggal dunia, uang pensiunannya yang terhenti (tidak diterima lagi) dan diurusinya, hingga saat ini tak kunjung terselesaikan. 

"Saya bolak-balik dengan bu RT di sini mengurusinya. Tapi saat di bank, katanya SK pensiun suami saya masih belum keluar," ucap nenek kelahiran Malang tahun 1944 itu.

Sementara menurut Mahfud Junaedi (42), Ketua RT setempat, dirinya mendapat informasi bahwa SK almarhum Ponimin (83) ada di BTPN.

"Ada di BTPN kata orang berinisial M. Lalu kata Pak Isro' ada di M," terang Mahfud dengan raut bingung. 

Sementara Isro' dari BTPN saat dikonfirmasi via selulernya membantah jika berkas yang dimaksud ada di bank.

"Karena sudah ditemukan semua, maka dilanjutkan tadi pengurusannya. Ternyata berkas-berkas aslinya ada di orangnya. Saya cuma melengkapi blangkonya tadi. Sudah dibawa lagi sama yang mengurus, lupa tadi siapa. Ada dari Kodim," kata Isro'.

Reporter : Sarwo Edy
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Bentuk Relasi, KPUD Mubar: Ada Empat Hal Ingin Dicapai
Berita Selanjutnya Sekolah Dasar Berkarakter Kebangsaan di Situbondo Gelar Seni Dan Budaya

Komentar Anda