Portal Indonesia
ad

BLUD dan Solusi Perpakiran Kota Malang Dikupas Saat Diskusi Sinau Embongan 

berita terkini
Suasana saat diskusi Sinau Embongan disebuah tempat ngopi diseputar area jalan Jakarta, Kota Malang
ad

MALANG RAYA, (portalindonesia.net) - Komunitas Sinau Embongan menggelar diskusi. Diskusi kali ini mengusung tema tentang BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) serta solusi pengelolaan parkir di Kota Malang. 

Diskusi yang berlangsung pada Jumat (11/01/2019) malam disebuah tempat ngopi diseputar area jalan Jakarta, Kota Malang itu, menghadirkan kaum politisi melinia, seperti Dito Arif N, Caleg dari PAN, Moch Azhar Caleg dari PERINDO, dan Abdul Aziz, Caleg dari Nasdem. 

Tema terkait soal perparkiran diatas dikupas dalam diskusi Sinau Embongan, karena selalu menjadi polemik, terutama jumlah terkait setoran parkir yang tidak sesuai angka penerimaan telah menimbulkan persoalan yang mengakibatkan oknum Kabid di Dinas Perhubungan Kota Malang masuk tahanan dengan dugaan penggelapan setoran dana parkir. 

Ketika diskusi, Dito Arif berpendapat tentang masih banyaknya mafia parkir dan oknum dari pejabat maupun pihak keamanan menyangkut lokasi titik parkir. 

Sementara Moch Azhar menyampaikan pentingnya sosialisasi terkait BLUD dari pihak Pemkot Malang yang dianggap masih kurang maksimal. Juga menyangkut lemahnya pengawasan dinas terkait dalam hal titik parkir disejumlah kawasan yang banyak dimiliki pihak luar. 

Sedangkan resume dari Abdul Aziz, menyoroti Perda/Perwali soal Perpakiran yang dianggap kurang kongkrit, termasuk adanya juru parkir (Jukir) liar yang merugikan masyarakat. Sebab, jukir itu muncul dan menarik ongkos parkir saat pemilik kendaraan hendak beranjak meninggal lokasi. Belum lagi adanya ongkos parkir yang berbeda antara lokasi parkir biasa dengan lokasi ditempat keramaian. 

Sejumlah komentar muncul dalam diskusi Sinau Embongan. Salah satunya dari anggota Komunitas Sinau Embongan, yakni Iwan Sunaryo. 

Menurut Iwan, jika perparkiran akan dikelola BLUD, hendaknya Pemkot Malang terus mensosialisasikannya ke masyarakat. Sebab, persoalan perparkiran di Kota Malang yang terjadi hampir lima tahun terakhir ini belum kunjung selesai. 

 

Reporter : Junaedi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Kadisbudpar Kota Malang Resmikan Perangkat Gamelan Nyai Laras Ayu Purwo Kencono
Berita Selanjutnya Ratusan Warga Bangsri Geruduk Kantor Desa, Tuntut Kades Mundur

Komentar Anda