Portal Indonesia
Idul adha

Ridwan Hisjam di Partai Golkar, Ini Kiprahnya 

berita terkini
Ridwan Hisjam
ramadhan

MALANG RAYA, (portalindonesia.net) - Ridwan Hisjam (pimpinan Komisi VII DPR RI) adalah salah satu sosok politisi partai Golkar yang sangat kental dengan organisasi. Alumni ITS jurusan Teknik Kelautan itu sejak 1992–1995 sudah menjadi Ketua Umum HIPMI Jawa Timur. Kiprahnya sebagai developer mengantarnya menjadi Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur (1996–1999). Saat itu umurnya belum 40 tahun. 

Sebagai politisi, dia nyaris tak pernah gagal masuk parlemen setiap kali pemilu. Tapi, yang agak unik, setiap kali maju pilkada dia selalu kalah. Dia pernah menjadi calon wakil gubernur Jatim ketika gubernur masih dipilih DPRD pada 2003 berpasangan dengan Abdul Kahfi.  Pasangan ini  kalah. Lima tahun kemudian, Ridwan kembali digandeng menjadi cawagub untuk Sutjipto (alm). Pasangan ini juga kalah. ”Tapi, meski saya kalah, tapi saya tidak rugi. Malah untung,” ujarnya sambil tergelak. 

Sejak 1997, Ridwan sudah masuk parlemen dengan menjadi anggota DPR mewakili utusan daerah. "Padahal saat itu, yang memilih anggota DPR dari utusan daerah adalah Presiden Soeharto sendiri. Saat itu saya menjadi anggota DPR termuda,” ujarnya. 

Sejak 1997, setiap kali pemilu untuk berikutnya, Ridwan selalu lolos masuk parlemen mewakili Partai Golkar. Dan dia selalu berangkat dari Dapil Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). "Kuncinya sederhana. Banyak teman, dan rajin-rajin bersilaturahmi," ungkapnya. 

Ternyata, rajin silaturahmi inilah yang menjadi salah satu kunci sukses Ridwan dalam berpolitik. Ketika menjadi Ketua DPD Golkar Jatim, selain saat itu menjadi Ketua termuda untuk DPD Golkar tingkat provinsi, Ridwan juga sukses mendongkrak jumlah kursi partainya di DPRD Jatim menjadi 15 kursi.

 

Padahal, saat itu, ketika Ridwan memimpin DPD Golkar (2000–2004), partainya sedang menjadi bulan-bulanan di Jatim. Puncaknya, pada 2001, kantor DPD Golkar Jatim di Jl A. Yani dibakar massa yang kecewa akibat Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diturunkan. Dan rakyat Jatim saat itu marah, menganggap Golkar berada di balik lengsernya Gus Dur. 

Usai insiden itu, Ridwan lebih rajin lagi turun ke daerah-daerah di Jatim. Terutama mengunjungi kantong-kantong pendukung Gus Dur di Jatim. Termasuk mendatangi tokoh-tokoh kuncinya. 

"Bahkan, saya beberapa kali bertemu dengan Gus Dur. Sayalah yang ikut pertemuan antara Gus Dur dengan Pak Akbar Tanjung (waktu itu Ketua Umum DPP Partai Golkar) pada 2003, pasca insiden pembakaran kantor Golkar di sejumlah daerah," tuturnya. 

Silaturahmi Ridwan membuahkan perolehan suara Partai Golkar di Jatim yang naik hingga menghasilkan 15 kursi pada Pemilu 2004. Dengan berbagai macam insiden selama berkarir di politik, Ridwan masih betah menjadi politisi. 

”Saya menganggap keberadaan saya di dunia politik adalah hobi. Karena hobi, saya menikmatinya dengan segala kerumitan dan masalahnya. Saya tak pernah menganggap dunia politik sebagai pekerjaan. Pekerjaan saya tetap sebagai pengusaha. Sampai sekarang. Dalam politik, terpenting harus ada kemandirian,” ujar pria yang punya beberapa perusahaan di bidang properti itu. 

Karena dia tahu betul tentang sejarah Golkar, sampai sekarang Ridwan tetap memiliki loyalita terhadap Golkar. Dan sejak muda, Ridwan sudah aktif di ormas kepemudaan yang berafiliasi ke Golkar.

"Golkar itu menurut sejarahnya, adalah satu-satunya partai yang ada sampai sekarang, yang dibentuk oleh pemerintah. Karena itu, Golkar tidak pernah diajari untuk melawan pemerintah. Sebaliknya, diajari untuk menjaga pemerintah," lanjutnya. 

Karena itu, dalam sejarahnya, Golkar tidak pernah menjadi partai oposisi. "Dalam berpolitik, saya lebih tertarik membantu dan menjaga pemerintah, ketimbang menjadi oposisi terhadap pemerintah," bber pria kelahiran 60 tahun lalu itu.

Reporter :
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Gagal Jalani Aksinya di Unira Pamekasan, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa
Berita Selanjutnya Semarak HUT ke-74 RI di Besuki, Warga Antusias Ikuti Senam Kemerdekaan

Komentar Anda