Portal Indonesia
ramadhan

Ratusan Warga Bangsri Geruduk Kantor Desa, Tuntut Kades Mundur

berita terkini
Suasana saat ratusan warga Desa Bangsri melakukan aksi demo
222

BREBES, (portalindonesia.net) - Ratusan warga Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, JawaTengah, meluruk Kantor Kepala Desa Bangsri. Mereka menuntut agar kepala desa setempat mundur dari jabatanya, Rabu (16/1/2019) sore. 

Salah satu demonstran, Abdul Ghoni, menuturkan warga yang ikut aksi ini menuntut Kades Bangsri harus mundur dari jabatan karena dianggap tidak transparan dalam penggunaan anggaran dana desa. 

"Kades harus mundur dari jabatannya, pasalnya dalam penggunaan anggaran dana desa tidak adanya transparansi dengan masyarakat," ucapnya. 

Aksi yang sempat memacetkan ruas jalur pantura dan menjadi perhatian pengguna jalan pantura ini, dijaga ketat oleh aparat Kepolisian dan TNI. Dalam aksinya, para demonstran membentangkan spanduk yang bertuliskan "Lurah Mundur Harga Mati". 

Dalam aksinya ini, massa tidak hanya menuntut agar Kades Bangsri mundur dari jabatannya. Tapi masyakat juga menilai dalam penggunaan anggaran dana desa tidak tepat sasaran, karena sejumlah jalan di Desa Bangsri masih banyak mengalami kerusakan. 

Aksi warga yang menuntut Kades Bangsri mundur dari jabatannya ini, merupakan aksi lanjutan yang dilakukan warga beberapa hari yang lalu. 

Perlu diketahui, pada Jumat 11 Januari 2019, warga menuntut transparansi penggunaan keuangan desa yang digunakan untuk pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat. 

Saat digelar audensi di aula kantor desa, nyaris ricuh lantaran pemerintah desa berbelit-belit menjelasan terkait penggunaan keuangan desa kepada warga.  Bahkan, dalam audiensi itu warga beberapa kali sempat mengangkat kursi. Namun, emosi warga berkali-kali diredam oleh jajaran Muspika Bulakamba. 

Saat audensi tersebut, Kepala Desa Bangsri, Devi Ferdian Susanto, membanatah apa yang disampaikan warganya termasuk pengelolaan dana desa proyek pembangunan dilakukan secara swakelola. Dari pengakuannya, pemerintah desa selama ini sudah transparan dalam pengelolaan keuangan desa.

Ia menjelaskan, pada 2018 anggaran senilai RP 1,6 miliar sudah direalisasikan dengan baik. “Kami transparan kepada warga. Jadi kalau mereka menyebutkan kami tidak transparan, itu tidak benar,” ungkap Kepala Desa Bangsri. 

 

Reporter : Eko Setia Budi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya MCW Soroti Peran Pendidikan, Saat Hearing Dengan DPRD Kota Malang
Berita Selanjutnya HIPMI, Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo, Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Komentar Anda