Portal Indonesia
IKLAN HPN

Dihalang-halangi Dan Nyaris Dipukul Saat Meliput Banjir, Seorang Wartawan Online Di Situbondo Lapor Polisi

berita terkini
Saat Korban (Sutikno) Melapor ke Polsek Banyuputih, Kabupaten Situbondo
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.net) - Seorang wartawan media massa online, Sutikno (47), saat melakukan peliputan terkait bencana banjir akibat meluapnya Sungai Kalompret hingga masuk ke pemukiman rumah warga di Dusun Blengguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Kamis (17/01/2019) sore, dihalang-halangi, dibentak, didorong dan nyaris mendapat bogem mentah oleh dua orang warga yang tidak jelas alasannya. 

Sutikno menceritakan, saat dirinya masih berada dilokasi, yakni sesaat setelah melakukan pengambilan foto banjir, dirinya mendapat kabar ada seorang anak yang ikut bapaknya terhanyut di Sungai Kalompret. Dan kabar tersebut tersebar hingga terdengar oleh seorang ibu. Karena mengira kalau yang terhanyut itu adalah anaknya, ibu itu pun pingsan. 

Setelah ditelusuri informasi tersebut, kata Sutikno, ternyata yang terhanyut itu bukan anak yang dimaksud, tapi sebuah kendaraan yang biasa oleh orang menyebutnya kendaraan Gerandong. 

"Pada saat berada di sekitar rumah ibu yang pingsan, ada dua orang warga langsung menghalangi halangi, membentak bentak dan langsung mendorong saya hingga jaraknya sejauh kurang lebih 25-30 meter " tutur wartawan online berita9.com asal Dusun Curahtemu RT 02 RW 02, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih itu. 

Bukan itu saja, dua orang yang belakangan diketahui bernama Heri dan Puryanto warga Dusun Blengguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih itu nyaris melayangkan bogem mentah ke arahnya. "Insiden ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB," tandas Sutikno. 

Pada saat insiden terjadi, beruntung banyak orang dan Kepala Dusun Blengguan juga ada di lokasi saat itu. Kepala Dusun Blengguan itu langsung melerai supaya tidak terjadi pertengkaran dan tindak kekerasan lebih jauh. 

"Setelah itu saya pulang untuk melaporkan kedua orang itu ke Polsek Banyuputih. Saya laporannya sekitar pukul 16.00 WIB," ungkap Sutikno. 

Menurut Sutikno, siapapun yang minta maaf pasti akan diterima karena hal itu merupakan kewajiban manusia. "Tapi soal laporan yang jelas harus ditindak lanjuti dulu. Masalah hukum harus tetap jalan dan tindakan seperti yang dilakukan dua orang itu terhadap jurnalis, tidak cukup hanya dengan minta maaf," ungkap Sutikno dengan tegas.

Sementara, Kapolsek Banyuputih, AKP Didik Rudianto saat dihubungi portalindonesia.net, membenarkan telah terjadi pelaporan oleh seorang jurnalis di Polsek Banyuputih. 

"Kasusnya sudah ditangani. Kedua terlapor sudah dipertemukan dengan pelapor tadi malam, dan pelakunya sudah minta maaf ke korban," kata AKP Didik Rudianto, lewat WhatsAppnya

Terpisah, Humas Perkumpulan Jurnalis Pokja Situbondo "Kontri Pantura", Joehari mengaku sangat menyayangkan atas tindakan dua orang warga yang menghalang - halangi jurnalis saat peliputan. Menurutnya, peliputan jurnalis dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi. 

“Ada ketentuan pidana pada pasal 18, disitu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan menghambat atau menghalangi sesuai ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah," pungkasnya. 

 

Reporter : Sarwo Edy
Editor : Abdul Hakim
INAKER
Berita Sebelumnya Di Sumenep Pos Polisi Ini Seperti Warung Berisikan Tungku dan Kayu Bakar
Berita Selanjutnya Dari Niat Tulus Bersedekah, Posko Logistik Syafa'at di Acara Munajat Akbar 212.

Komentar Anda