Portal Indonesia
lowongan beriklan

Polsek Cicalengka Kabupaten Bandung Tangkap Pengedar Miras

berita terkini
Barang bukti Miras Oplosan yang telah diamankan anggota Polsek Cicalengka Kabupaten Bandung
222

BANDUNG, (portalindonesia.net) - Belum hilang ingatan bagi warga masyarakat Cicalengka pada bulan April 2018 silam. Sebanyak 51 orang meninggal akibat pesta miras oplosan. Berita itu pun menjadi viral baik medsos, media online, media elektronik dan media cetak.

Petugas gabungan TNI dan POLRI diturunkan, untuk melakukan penyisiran baik terhadap penikmat, penjual maupun pembuat miras yang mematikan. Razia pun dilakuakan besar - besaran se wilayah hukum Polda Jawa Barat. AAlhasil, sejumlah pelaku diamankan dan diproses secara hukum.

Berdasarkan desas - desus masyarakat dan beberapa pengakuan warga Cicalengka yang dihimpun Portalindonesia.net, Sabtu 19 Januari 2019. Penikmat dan pengedar serta pembuat minuman keras oplosan secara tersembunyi masih beredar sampai sekarang. 

Kendati patroli Polisi dari Jajaran Kepolisian Polsek Cicalengka hampir setiap malam dilaksanakan, akan tetapi tidak berpengaruh bagi mereka mengkonsumsi dan pemasok miras oplosan tersebut. Minuman Keras oplosan dijual dengan harga berpariasi, perbotol ukuran 600 mili liter seharga Rp 5.000.

Warga masyarakat Cicalengka pada dasarnya sudah merasa resah dengan adanya peredaran miras oplosan itu. Namun menurut penuturan Ade Suparman (35) salah satu warga Cicalengka minta kepada aparat hukum agar Cicalengka bebas miras. "Sebagai warga biasa seperti saya tidak tau miras oplosan, hanya terdengar saja kalau sudah ada kejadian seperti tahun yang lalu," katanya.

Berdasarkan laporan masyarakat jajaran Kepolisian Polsek Cicalengka melakukan razia disetiap wilayah yang diduga tempat pesta miras. Pada 16 Januari 2019 kemarin anggota Reskrim Polsek Cicalengka berhasil menangkap seorang pengedar miras di Cihantap. Barang bukti yang disita berupa 8 dirijen dan sejumlah puluhan botol miras didapat di sekitar stasiun Cicalengka.

Dibenarkan oleh Anggota Reskrim Polsek Cicalengka Aiptu Ahmad Soleh, miras itu didapat dari hasil razia. "Sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menginformasikan, hal ini peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas miras atau narkoba," ujarnya.

Aiptu Ahmad Soleh terus melakukan razia rutin, agar wilayah Cicalangka bebas dari miras. Kami mewujudkan agar Cicalengka benar - benar bebas dari miras. "Sekali lagi saya mengapresiasikan untuk penanganan pemberantasan miras diwilahnya sangat dibutuhkan peran serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur lembaga lain agar peduli dalam menciptakan keamanan dan ketertiban," tuturnya. 

Jajaran Kepolisian Polsek Cicalengka akan menggelar razia secara rutin. Hal ini dikarenakan masih adanya penjual dan pembuat miras oplosan yang nakal dan tak jera - jera. Bagaimanpun ketegasan ada pada pihak pemerintah. Sementara pihak kepolisian hanya menjalankan tugas bertindak menjalankan hukum. 

Berbagai tanggapan masyarakat Cicalengka prihal hukuman untuk pelaku pembuat minuman keras dan penikmat yang terjerat hukum. H. Ubaidillah warga Cicalengka Sabtu 19 Januari 2019 ketika ditemui mengatakan. Lembaga hukum sebaiknya menerapkan hukuman yang berat untuk pelanggar miras, jangan cuma 3 bulan kurungan setalah sidang mereka bebas dan menjalankan aktipitasnya lagi.

"Mana bisa jera kalau proses hukum nya terlalu ringan, saya mohon kepada pemerintah agar membuat perda yang sungguh -sungguh. Dimana supaya si pelaku begitu keluar tidak menjalankan aktipitasnya baik penikmat maupun pengedar," pungkasnya.

Reporter : Muh. Yadi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Posko TKD Pemenangan Capres 01 Kota Malang Selalu Ramai Dikunjungi Masyarakat 
Berita Selanjutnya PPK Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Kecamatan Asembagus

Komentar Anda