Portal Indonesia
IKLAN HPN

Sudah 2 Tahun Ambruk, Gedung SDN 3 Campoan Tak Kunjung Diperbaiki

berita terkini
Danramil Mlandingan bersama Babinsa dan Babinkantibmas, saat meninjau ambruknya ruang kelas di SDN 3 Campoan
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.net) - Telah Dua tahun salah satu ruang kelas di SDN 3 Campoan, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, ambruk. Hingga saat ini, ruang kelas yang ambruk tersebut tak kunjung mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Situbondo, bahkan terkesan tutup mata.

Insiden ambruknya atap yang dulunya digunakan untuk ruangan kelas V terjadi pada tahun 2016 silam, ironisnya perbaikan sekolah tersebut baru selesai akhir tahun 2015.

Kepala Sekolah SDN 3 Campoan, Moch Yatim, SAg, menjelaskan ambruknya ruang kelas tersebut, karena tertimpa longsoran batu yang terjadi Senin (21/1/19) kemarin sekitar pukul 10 pagi. Beruntungnya jauh hari sebelumnya, ruangan kelas 5 tersebut sudah dikosongkan karena sudah ada tanda-tanda akan ada longsoran. Selain ruang kelas V yang dikosongkan, ruang kelas VI yang berada tepat disebelahnya juga dikosongkan karena khawatir kerusakan akan merambah ke ruang kelas VI.

"ruangan tersebut dulunya digunakan untuk proses belajar siswa siswi kelas V pada bulan April tahun 2016, tetapi beberapa bulan kemudian ambruk". Jelasnya saat ditemui kepada sejumlah awak media, Selasa (22/1/19).

Yatim menambahkan, pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Korwil Pendidikan Keamatan Mlandingan. Bahkan, semenjak ruang kelas V ambruk yang terjadi dua tahun silam, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan Situbondo.

”Tahun 2016 sudah kami laporkan, tapi hingga saat ini masih belum ada kejelasan dari pihak Dinas". Imbuhnya.

Komandan Koramil Mlandingan 0823/13, Kapten Inf Edy Supriono mengatakan, pihaknya bersama Polsek Mlandingan telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah masalah keamanan para anak didik.

“Setelah berkoordinasi bersama sekolah, disepakati pada hari Jumat besok kami akan melakukan karya bhakti pembersihan material reruntuhan longsor yang menimpa kelas tersebut, karena menurut kami masih membahayakan," ungkapnya.

Edi mengaku miris dengan kondisi SDN 3 Campoan, dimana dari 5 ruang kelas yang ada hanya dipakai 3 ruangan saja. Sehingga terpaksa dalam satu ruangan diisi oleh 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 60 orang. 

“Kami cukup prihatin dengan kondisi SDN 3 Campoan ini karena dengan keterpaksaan satu ruangan diisi oleh dua kelas, sehingga proses belajar pasti terkendala. Harapan kami dari kepolisian dan TNI semoga ruang kelas yang ambruk bisa cepat diperbaiki oleh dinas terkait," tuturnya.

Reporter : Arief Yuda Pranata
Editor : Abdul Hakim
INAKER
Berita Sebelumnya Jalan Penghubung Antar Kecamatan Di Kaligesing Purworejo Rusak Parah
Berita Selanjutnya Dari Niat Tulus Bersedekah, Posko Logistik Syafa'at di Acara Munajat Akbar 212.

Komentar Anda