Portal Indonesia
Iklan mubar

Gelapkan Uang Perusahaan 2,2 Miliar, Mieske Ngaku ini

berita terkini
Sidang Terdakwa Mieske, JPU Hadirkan Saksi Pemilik SPBU Jalan Mayjend Sungkono
ramadhan

SURABAYA, (portalindonesia.net) - Sidang lanjutan kasus penggelapan dengan terdakwa Mieske Issabella Valentine Huliselan, merupakan karyawan UD Helen Soewignyo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/1/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rachmad Hari Basuki dan Djuariyah dari Kejati Jatim menghadirkan Steven Astono sebagai saksi dalam persidangan. Steven Astono adalah pemilik UD Helen Soewignyo, merupakan anak perusahaan Swadaya Lestari Line (SSL) yang bergerak di bidang Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU).

Dalam keterangannya, Steven mengaku bahwa dirinya mengetahui pada April 2017 silam adanya tranksaksi keuangan yang tidak wajar di perusahaannya. Saat itu terdakwa bekerja di perusahaan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 47 Surabaya sebagai kasir selama kurang lebih 8 tahun.

“Saya menemukan bon fiktif atas nama saya. Nominalnya senilai Rp 2,2 Miliar yang dibuat Mieske dari tahun 2014 hingga 2017. Saya curiganya sejak 1 April 2017, pada waktu itu saya mau narik uang di Bank, tapi dia (Mieske, red) menghalangi dan mengatakan uang minim,” kata Steven.

Dijelaskan Steven, memberikan penuh kepercayaan kepada terdakwa hingga dirinya lama tidak melakukan pengecekan keuangan perusahaan. Pasalnya, terdakwa memiliki wewenang untuk menerima uang pembelian dan juga transaksi keuangan lainnya. Namun kepercayaan itu semua diselewengkan terdakwa.

Dari pengakuan terdakwa, uang senilai Rp 2,2 Miliar tersebut ia gunakan untuk memenuhi kepentingan pribadinya, diantaranya pembayaran DP Mobil dan membayar angsuran serta untuk gaya hidunnya yang serba mewah.

Perbuatan Mieske didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

Reporter : Fauzi/Makmun
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Mengaku Sebagai Perekrut CPNS, Oknum PNS Ditahan Kejari Situbondo
Berita Selanjutnya Prof. Mas’ud: Tugas Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Komentar Anda