Portal Indonesia
IKLAN HPN

Video Permintaan Maaf Amiruddin Viral, Ada Apa Ya? 

berita terkini
Mobil avanza warna silver (kiri) yang digunakan untuk membawa Amiruddin dari Situbondo menuju Banyuwangi
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.net) - Amiruddin (44) seorang warga yang memiliki nazar melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari Serdang Bedagai Sumatra Utara menuju Banyuwangi untuk bersimpuh di kaki ibu kandungnya, semakin menjadi buah bibir di media sosial (medsos).

Pria kelahiran tahun 1975 silam itu kembali diperbincangkan lantaran video permintaan maafnya viral melalui medsos baik lewat Facebook (FB) maupun aplikasi perpesanan WhatsApp.

Video permintaan maaf Amiruddin yang berdurasi tiga menit lima puluh tujuh detik itu, awalnya diketahui portalindonesia.net melalui WhatsApp, Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 22.40-WIB. 

Di video itu, Amiruddin terlihat bersama sejumlah orang, diantaranya para relawan dari suatu komunitas, anggota Kepolisian dan TNI, kepala desa serta seseorang tokoh agama. Di video itu, Amiruddin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

Dalam pemintaan maafnya, Amiruddin selalu mengulang kata khilaf. Ia juga masih beralasan kalau jalan kaki itu masih berkaitan dengan nazarnya. Sementara beredarnya kabar tentang ibu renta di Facebook (FB), Amiruddin mengakui bahwa itu adalah benar-benar ibu kandungnya sendiri yang berada di Sumatra Utara. 

Baca Juga : Warga Kecewa Saat Amiruddin Pejalan Kaki Dari Sumatra Utara Tiba Di Situbondo

Dengan beredarnya video Amiruddin minta maaf ke Masyarakat Indonesia, sehingga terungkap hal dan kejadian yang sebenarnya. 

"Persepsi saya dalam hal ini, kebohongannya terungkap saat ia tiba di wilayah Besuki," ucap Mohammad Rifa'i (44) warga asal Besuki. 

Seperti diketahui, dalam pemberitaan portalindonesia.net sebelumnya, ketika tiba di wilayah Kabupaten Situbondo atau tepatnya berada disebuah depot makan di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Amiruddin hanya menyampaikan kalau perjalanannya dari Sumatra Utara ke Banyuwangi dengan berjalan kaki, adalah nazarnya sendiri. Dan saat dikonfirmasi lebih jauh terkait perjalanannya tersebut, Amiruddin tidak mau memberikan komentar apapun.

Saat itu, sudah ada ratusan warga Besuki menanti kedatangan Amiruddin di pinggir jalan Pantura sekitaran Alun-alun Besuki. Lantaran Amiruddin tidak bisa ditemui secara langsung, banyak masyarakat di Besuki yang merasa kecewa.

Selain itu, sejumlah relawan dari beberapa organisasi yang awalnya ikut mengawal, juga merasa kecewa karena ditinggal begitu saja. 

Amiruddin saat itu melanjutkan perjalanan dari Kalianget Situbondo ke Ketapang Banyuwangi, dinilai tidak sesuai nazarnya yakni berjalan kaki. Tapi dibawa ke Ketapang Banyuwangi dengan menggunakan mobil Avanza warna silver bernopol AE 1957 EG.

Reporter : Muhidin
Editor : Abdul Hakim
INAKER
Berita Sebelumnya Begini Cara Menjaga Hubungan Sosial Warga Di Kota Malang 
Berita Selanjutnya Dari Niat Tulus Bersedekah, Posko Logistik Syafa'at di Acara Munajat Akbar 212.

Komentar Anda