Portal Indonesia
Iklan mubar

Rata-rata Per Tahun 500 PNS Di Purworejo Pensiun

berita terkini
Sekda Kabupaten Purworejo, Said Romadhon
ramadhan

PURWOREJO, (portalindonesia.net) - Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Purworejo yang memasuki masa pensiun terus bertambah seiring waktu. Rata-rata setiap tahun sebanyak 500-an PNS memasuki masa purna tugas. 

Sekda Purworejo, Said Romadhon, menyampaikan sebenarnya Kabupaten Purworejo sudah cukup lama kekurangan pegawai karena tidak ada perekrutan. Sedangkan jumlah pegawai yang masuk masa pensiun terus bertambah setiap tahun.

"Kita sudah cukup lama, sekitar 8 tahun tidak ada penambahan pegawai yang signifikan. Pensiun rata-rata setahun 500-an pegawai, untuk tahun 2019 ini ada 552 pegawai,” ungkap Said, saat ditemui diruang kerjanya. 

Terkait adanya penambahan PNS baru berikutnya, kata Said, menjadi kebijakan pusat, dan phaknya akan menunggu informasi atau kebijakan berikutnya dari Menpan RB. 

"Kita menunggu dari Menpan. Tidak boleh kita selenggarakan sendiri. ASN kan nasional, baik PNS maupun pegawai dengan perjanjian kontrak kerja," bebernya.

Penerimaan Calon PNS di Kabupaten Purworejo yang dimulai sejak akhir tahun 2018, telah memasuki tahap akhir. 

"Sebanyak 410 orang pelamar dari berbagi formasi yang dinyatakan lolos seleksi akan segera mendapatkan nomor induk pegawai (NIP)," terang Said. 

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purworejo, Nancy Megawati menjelaskan, pada perekrutan CPNS kali ini, di Kabupaten Purworejo membuka sebanyak 416 formasi. Namun, 6 formasi diantaranya tidak terisi karena tidak ada pelamar. 

"Masing-masing, 6 fomasi untuk Teknik Jalan dan jembatan tidak terisi 2. Lalu 4 formasi untuk jabatan Pengawas Jalan dan Jembatan tidak terisi semua. Keenamnya, adalah formasi untuk pengisian jabatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang," jelasnya. 

Menurut Nancy, tahapan penerimaan CPNS di Kabupaten Purworejo, secara keseluruhan berlangsung lancar. Kendala hanya sempat dihadapi pada tahapan SKD (seleksi kompetensi dasar.red), yakni penundaan jadwal pelaksanaan.

"Secara umum lancar. Setelah pemberkasan selesai nanti, data akan kita kirim ke nasional melalui Kanreg (Kepegawaian Negara.red) 1 Jogja,”  pungkasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Akibat Hujan Lebat, SDN Sendir di Kecamatan Lenteng Ambruk
Berita Selanjutnya Prof. Mas’ud: Tugas Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Komentar Anda