Portal Indonesia
lowongan beriklan

Dampak Buruk Buta Politik 

berita terkini
Ilustrasi
222

Portalindonesia.net - Pemilu tahun 1999 adalah pemilihan umum dengan tingkat partisipasi pemilih yang paling tinggi pada era reformasi. Ketika itu partisipasi pemilih mencapai 92 persen. Pasca pemilu 1999, partisipasi pemilih pada setiap pemilu nasional hasilnya cenderung menurun. Pada tahun 2004 partisipasi pemilih hanya mampu meraup angka partisipasi sebesar 84 persen. 

Selanjutnya pada pemilu nasional tahun 2009 raihan partisipasi pemilih kembali melorot di angka 71 persen. Kemudian pada pemilu berikutnya yakni pada tahun 2014 partisipasi pemilih merangkak naik dengan capaian 73 persen. Ditengarai pemicu menurunnya partisipasi pemilih selama tiga kali gelaran pemilu tersebut disebabkan sosialisasi pemilu kepada khalayak tidak berjalan maksimal.

Partisipasi pemilih yang rendah mengakibatkan kualitas demokrasi di Indonesia tidak baik. Selain itu legitimasi rakyat terhadap pemimpin dan para wakil rakyat yang lahir dari proses pemilu tidak begitu kuat. Yang lebih fatal lagi, akibat kurangnya partisipasi pemilih dalam pemilu memberi efek negatif terhadap kehidupan masyarakat. Sebab semua aturan yang ada lahir dari keputusan politik. 

Soal dampak dari rendahnya partisipasi pemilih itu, sangat tepat kiranya kita kembali merenungkan pesan Penyair Jerman, Berthold Brecht: "Buta yang terburuk adalah buta politik: dia tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional yang menguras kekayaan negeri."

Semoga pesan bijak dari penyair Jerman tersebut menggugah hati kita semua agar turut serta untuk berpartisipasi dalam Pemilu tahun 2019 ini. Salah satu partisipasi yang kita lakukan adalah saat hari pemungutan suara (Rabu, 17 April 2019) pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih khusus (DPK) dan daftar pemilih tambahan (DPTb) berbondong-bondong ke TPS tempat kita terdaftar guna menggunakan hak pilihnya.

Penulis : La Ode Biku

Reporter :
Editor : -
444
Berita Sebelumnya Ngopi Di Warung, Kaum Milenial Kota Malang Sambut Kunjungan Mandira Isman
Berita Selanjutnya Pra Musda, IPJT Gelar Rapat Persiapan di Kendal

Komentar Anda