Portal Indonesia
Idul adha

Warga Kota Malang Keluhkan Pelayanan Publik, GGAA Gelar Diskusi Terbuka

berita terkini
Suasana dialog terbuka untuk umum yang digelar GGAA 
ramadhan

MALANG RAYA (portalindonesia.net)- Didasari banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan publik, sebuah lembaga yang concern dibidang layanan publik, GGAA (Good Governance Actifator Alliance) mengadakan dialog terbuka disebuah cafe yang berada di Jl Bogor 1, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (09/02/2019) malam. 

Diskusi tersebut diadakan guna menampung aspirasi dan keinginan masyarakat sekaligus memberi solusi, juga menyampaikan petunjuk dan cara warga masyarakat Malang Raya manakala mengadu tentang pelayanan publik.

Ketua panitia acara, Darno mengharapkan acara dialog terbuka ini, dapat menjadi mediasi antara warga dengan pemerintah. 

"Dialog dan diskusi di harapkan bisa menjadi jembatan atau mediasi antara  warga dengan pemkot Malang" kata Darno, saat ditemui portalindonesia.net. 

Menurut Darno, media memiliki peran penting dalam mengabarkan berita terkait keluhan masyarakat terkait pelayanan publik. Sehingga keluhan tersebut bisa mendapat perhatian dan respon dari pemerintah terkait. 

Dialog ini, juga dihadiri oleh penggagas Perjuangan Teguh Rakyat Untuk Keadilan (PETRUK), Bambang GW. Dalam diskusi tersebut, GW menyampaikan keinginannya terkait perubahan sistem birokrasi dengan sistem yang lebih memiliki rasa kemanusiaan. 

''Perbanyak ruang publik untuk memadai keluhan warga serta perhatikan bidang kesenian dan kebudayaan asli Malang". Ujar GW. 

Sementara itu, M Safril alias Comandate Caping aktifis Gaek pada dialog terbuka malam itu menyoroti dugaan adanya kebocoran APBD Kota Malang. 

"Dugaan masih banyaknya kebocoran APBD akibat lemahnya dan kurangnya pengawasan dan masih belum optimalnya transparasi anggaran". Ungkapnya. 

Selain itu, Caping juga menyoroti masalah donasi terkait Biopori yang masuk ke rekening pribadi, yang kini menjadi pertanyaan banyak pihak, termasuk menyangkut pertanggung jawabannya. 

Dalam dialog terbuka tersebut juga memberikan masukan kepada pihak Pemkot Kota Malang, agar bisa melibatkan masyarakat dalam merencanakan soal Perda tentang Pelayanan Publik.

Reporter : Junaedi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Legislator PAN Jatim Berharap Pers Bukan Alat Penguasa
Berita Selanjutnya Semarak HUT ke-74 RI di Besuki, Warga Antusias Ikuti Senam Kemerdekaan

Komentar Anda