Portal Indonesia
IKLAN HPN

Anggaran Mobil Dinas Pimpinan Dewan Kota Malang Senilai Ferrari Disoal MCW 

berita terkini
Ilustrasi
ad

MALANG RAYA (portalindonesia.net) - Fantastis, pengadaan kendaraan dinas pimpinan dewan Kota Malang yang dianggarkan melalui APBD 2019  dengan nominal sebesar Rp 5,08 Miliar,  menjadi sorotan banyak pihak.

Selain disorot banyak pihak, anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas pimpinan dewan Kota Malang yang nilainya cukup fantastis itu juga disoal sejumlah pihak, salah satunya oleh Malang Courouption Wacth (MCW). 

Dihubungi portalindonesia.net, Selasa (12/02/2019) malam, Atha Nursasi selaku wakil koordinator MWC menilai anggaran tersebut tidak mendesak, bahkan tidak urgen. Sementara dalam sejumlah kebutuhan dasar warga, seperti kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan, masih belum terfasilitasi secara maksimal dalam APBD 2019.

Atas dasar tersebut, menurut Atha Nursasi, MCW berencana akan menggelar aksi di depan Balaikota Malang Rabu besok (13/02/2019). 

"Karenanya, MCW bersama warga kota Malang akan hadir dalam agenda aksi penyataan sikap penolakan adanya pengadaan kendaraan pimpinan DPRD kota Malang. Kami bersama warga akan menggelar pada hari Rabu, 13 Februari 2019, mulai sekitar pukul 10.00 WIB di depan Balaikota Malang" ungkap Atha Nursasi. 

Selain aksi pernyataan sikap, pihak MCW juga akan mengkonfirmasi kepada pihak DPRD terkait anggaran pengadaan kendaraan dinas yang bisa dilihat masyarakat langsung dan tercantum di https://rup.lkpp.go.id/sirup/home/penyedia/kldi/D180

Pihak MCW berharap anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas pimpinan dewan Kota Malang yang nilainya cukup fantastis itu bisa dibatalkan, karena kinerja dewan hasil PAW seharusnya lebih mementingkan persoalan yang lebih menyentuh pada kebutuhan masyarakat. 

Sekalipun penyusunan RAPBD 2019 itu sudah dilakukan sejak tahun 2018 kemarin, mestinya bisa dikroscek lagi mengapa muncul sebegitu besarnya anggaran untuk kendaraan dinas yang nilainya nyaris sama dengan harga mobil Ferrari.

Pihak MCW menyayangkan usulan pengadaan tersebut telah dirumuskan sebelum Walikota Sutiaji bersama DPRD hasil PAW, yang mestinya bisa mengkritisi, bukan meloloskan usulan anggaran yang dianggap sangat menyakitkan perasaan warga kota Malang.

Reporter : Galih
Editor : Abdul Hakim
INAKER
Berita Sebelumnya Berbekal Sandal yang Tertinggal di TKP, Polisi di Situbondo Ungkap Kasus Pencurian
Berita Selanjutnya Dari Niat Tulus Bersedekah, Posko Logistik Syafa'at di Acara Munajat Akbar 212.

Komentar Anda