Portal Indonesia
ad

Menpar Arief Yahya Resmikan Pasar Digital Menoreh di Purworejo 

berita terkini
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya bersama Darminah dan anggota UMKM Loano sambil menunjukan cindera mata berupa "Batik Ciprat" karya anak disabilitas. 
ad

PURWOREJO (portalindonesia.net) - Proses untuk penyambutan datangnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebelumnya telah dipersiapkan baik oleh Muspika Loano maupun Pemkab Purworejo serta pihak terkait lainnya. Pada Kamis (14/2/2019) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) datang di Kabupaten Purworejo-Jawa Tengah untuk meluncurkan Pasar Digital Menoreh yang berada di Desa Sedayu Kecamatan Loano. 

Informasi terhimpun portalindonesia.net, Pasar Digital Menoreh yang berada di Desa Sedayu Kecamatan Loano, adalah satu dari sejumlah persiapan Destinasi Digital dalam bentuk “Pasar Zaman Now” di Jawa Tengah. 

Dikutip dari laman Generasi Pesona Indonesia (Genpi), destinasi digital adalah destinasi yang indah kamera yang mendorong pengunjung untuk meng-capture menggunakan kamera di perangkat telepon pintar yang dimiliki. Lantas, foto tersebut diunggah di media sosial dan mengundang interaksi baik berupa views, likes, comments, repost maupun share.

Dalam acara tersebut, Arief menyampaikan bahwa nantinya Kemenpar juga akan menyediakan fasilitas homestay yang diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat sekitar. 

Menpar Arief Yahya sendiri mengaku senang dengan adanya pasar itu. Diungkapkan jika tagar Pasar Menoreh berada di level atas.

“Kita memiliki target 100 destinasi digital, di Purworejo ada 2. Dan total seluruh Indonesia saat ini sudah ada sekitar 60an,” kata Menpar. 

Di Pasar Digital Menoreh sendiri, setidaknya ada 20 gubuk, yang terdiri dari 10 gubuk pawon untuk menyediakan kuliner Desa Sedayu. Sisanya, gubuk-gubuk itu akan diisi oleh produk UMKM hasil karya masyarakat sekitar. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purworejo Agus Bastian menjelaskan jika pasar yang punya banyak spot fotogenik ini diinisiasi oleh Genpi dan Badan Otorita Borobudur. 

“Purworejo makin lama makin berkembang, dan masyarakatnya bisa menciptakan destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” tuturnya.

Dikatakan Agus, proyek di sekitar Kabupaten Purworejo bisa ikut mendongkrak pariwisata wilayahnya. Tercatat, setidaknya ada 3 proyek besar yang mengelilingi kabupaten ini.

“New Yogyakarta International Airport (NYIA) bisa memberikan dampak luar biasa. Badan Otorita Borobudur (BOD) yang mengembangkan sampai ke Purworejo juga. Ada Waduk Bener, ini nanti bisa jadi suatu kawasan wisata yang besar juga,” rincinya.

Diakui Agus, kinerja BOD mampu membawa berkah tersendiri bagi Kabupaten Purworejo. Pasalnya, BOD berhasil menggaet investor serta menggandeng Perum Perhutani untuk membesut glamour camping (glamping) DeLoano di wilayah Kecamatan Loano, Desa Sedayu.

Memanfaatkan lahan seluar 1,3 ha, Glamping DeLoano menyuguhkan 11 tenda eksklusif. Satu tenda difungsikan sebagai musala, dan 10 tenda lainnya digunakan untuk tempat menginap. Tenda inap sendiri masih terbagi atas 1 tenda VIP berkapasitas 4 orang, 9 tenda reguler masing-masing berkapasitas 6 orang.

Glamping DeLoano sendiri telah dilengkapi tourism information center, toilet umum, dan berbagai spot foto menarik. Secara umum, destinasi yang berfokus pada unsur kreativitas dan spot instagramable ini memang makin digencarkan. 

Pantauan portalindonesia.net dalam rangkaian acara tersebut, Menpar Arief Yahya bersama rombongan setibanya di lokasi, langsung menuju Masjid Nurul Iman di Desa Sedayu untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. 

Setelah menunaikan sholat dhuhur, Menpar bersama rombongan menuju Pasar Digital Menoreh. Setibanya di Pasar Digital Menoreh, kedatangan Menpar bersama rombongan langsung disambut antusias oleh ratusan siswa mulai tingkat SD hingga SMA, termasuk warga sekitar. 

Kemudian, Menpar bersama rombongan mengunjungi lapak dan stand-stand termasuk ke tempat yang namanya Gubuk Dhahar (makan.red) yang khusus dibuat dengan branding pesona Indonesia yang ada di pasar tersebut. 

Saat di Pasar Digital Menoreh, Menpar Arief Yahya sempat mencicipi buah manggis dan membeli sayuran jenis pete yang dijual pedagang sebanyak satu ikat dengan harga Rp. 20.000. 

Usai berkeliling, Menpar bersama rombongan menuju lokasi yang telah disediakan lalu dilanjutkan acara seremonial. 

Setelah acara seremoni selesai, Menpar berikut rombongan yang saat itu hendak meninggalkan Pasar Digital Menoreh, ditemui salah satu anggota UMKM Kecamatan Loano. Anggota UMKM Loano tersebut menyalami Menpar sambil menyerahkan sebuah cendera mata berupa "Batik Ciprat" karya anak disabilitas.

Saat ditemui portalindonesia.net, salah satu anggota UMKM Loano, Darminah mengaku sangat bangga dan senang punya kesempatan untuk memberikan cendera mata kepada Menpar Arief Yahya. 

Dipenghujung rangkaian acara, Menpar bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Glamorous Camping yang letaknya tidak jauh dari Pasar Digital Menoreh. Di Glamorous Camping, Menpar Arief Yahya menanda tangani sebuah prasasti sebagai tonggak sejarah bahwa tempat tersebut telah diresmikan pada hari Kamis 14 Februari 2019. 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya UKW Sah, Gugatan SPRI dan PPWI Ditolak
Berita Selanjutnya Personil Gabungan Ikuti Apel Kesiapan Pengamanan Situbondo Bersholawat Untuk Indonesia 

Komentar Anda