Portal Indonesia
ad

Jilid I, Dibalik Hilangnya Pencari Ikan di Waduk Jatigede Sumedang 

berita terkini
Waduk Jatigede Sumedang 
ad

PORTALINDONESIA.NET, Sumedang - Waduk Jati Gede yang berlokasi di desa Cipaku Sumedang Jawa Barat, waduk Jati Gede dibangun mengabiskan lahan sebanyak 5.000 hektar ini. Waduk Jati Gede sendiri yang merupakan anak bendungan Jati Gede diresmikan pada tahun 2015. Waduk ini menelan 4 kecamatan diantaranya Kecamatan Jatigede Kecamatan Jatinunggal, Kecamatan Wado dan Kecamatan Darmaraja.

Tak ayal lagi sebanyak 23 desa dari 3 Kecamatan hilang tak berkesan, yakni desa Ciranggem, Desa Mekarasih, Desa Sukakersa, Desa Jemah (Kecamatan Jatigede), Desa Simasari, Desa Pawenang (Kecamatan Jatinunggal), Desa Padajaya, Desa Cisurat, Desa Wado ( Kecamatan Wado) dan Desa Cipaku, Desa Cibogo, Desa Jatibungur, Desa Karangpakuan, Desa Luewihidueng, Desa Pakualam, Desa Sukaratu, Desa Sukamenak, Desa Cikeusi dan Desa Tarunajaya (Kecamatan Darmaraja).

Beberapa hari lalu dikabarkan tentang orang hilang di waduk Jati Gede. Nasib naas menimpa seorang pria berusia 54 tahun bernama Abdul Rosid warga kampung Sukawening Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Abdul Rosyid (54) Senin (25/2/2019 sekitar pukul 16.30 berangkat ke Waduk Jatigede bermaksud mencari ikan. Dengan jaring ditangannya menuju perahu yang disandarkan ditepian Waduk Jatigede. Sesampainya di Waduk Jati Gede bertemu dengan teman seprofesinya yaitu Asef (45). Tidak lama kemudian mereka berdua berangkat dengan menggunakan sampan masing - masing.

Sekitar pukul 18.32 WIB Rosyid sedang memasang jaring, begitu juga Asep. Namun keduanya berjarak sekitar 150 meter, meskipun remang - remang tapi nampak terlihat. Saat Rosyid memasang tali pada penguat jaring, tiba - tiba sampan yang ditaiki tenggelam. Entah bagaimana, Rosyid tidak muncul lagi, Asep pun mendekati lokasi dimana Rosyid tengelam. Asep kemudian bergegas ke darat, meminta tolong ke warga dan salah satu warga melaporkan kejadian tersebut ke Koramil Wado. 

Danrami 1012 Wadu Kapten Infantri  Mukson bersama jajarannya dan Tim BPBD Kabupaten Sumedang bergegas menuju lokasi kejadian. Selama 2 hari pencarian dilakukan oleh pihak Danramil, BPBD serta masyarakat namun Rosyid tidak juga ditemukan. Hilangnya Rosyid menjadi tanda tanya bagi masyarakat setempat, padahal pencarian korban tidak lama dengan turun-nya petugas.

Kapten Infantri Mukson menghimbau kepada masyarakat  agar lebih hati - hati kalau hendak mencari ikan di are Waduk Jatigede. Apalagi dimusim penghujan seperti sekarang, situasi alam tidak bisa diprediksi. Kecepatan arus dan cuaca sangat berpengaruh, pada dasarnya Mukson minta kepada warga masyarakat untuk sementara waktu jangan mencari ikan dulu.

"kami tetap melakukan pancarian terhadap korban, korban sa'at itu sampan yang ditaikinya terbalik dan tenggelam. Selama dua hari kami masih melakukan pencarian bersama BPBD Kabupaten Sumedang" ujarnya.

Dari peristiwa hilangnya Abdul Rosyid di Waduk Jatigede Sumedang, mengusik Portalindonesia.net melakukan penyelusuran di lapangan. Sampai Jum'at (1/3/2019) malam (Jum'at Keliwon) masih dilokasi Waduk Jatigede. Cuaca memang tidak bersahabat, musim hujan yang membuat suasana hening seakan adanya kehidupan lain di Waduk Jatigede.

Sumber informasi yang dihimpun Portalindonesia.net dari berbagai pengakuan warga sekitar waduk Jatigede menyebutkan. Munculnya belut putih raksasa bagi warga setempat menjadi khawatir suatu sa'at waduk akan jebol. Makhluk ghaib berupa belut putih sangat mengerikan, selain itu adanya ular yang panjang-nya mencapai 4 km.

Portalindonesia.net  menyelusuri seputar waduk Jatigede dengan mengguanakan perahu milik Munandar (52). Ia seorang pencari ikan teman almarhum Abdul Rosyid, dalam perjalanan Munandar menceritakan kisah hilangnya 33 situs bersejarah di Sumedang. Sesekali Munandar mengisyaratkan lokasi - lokasi dimana letak situs keramat "sebaiknya jangan mengambil gambar, kita harus menghormati leluhur" ucap Munandar.

Untuk mengetahui kelanjutannya, tunggu Jilid II pada edisi berikutnya. 

Reporter : Muh. Yadi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Launching Buku dan Video 44 Jurus Inovasi BP2D Kota Malang
Berita Selanjutnya Personil Gabungan Ikuti Apel Kesiapan Pengamanan Situbondo Bersholawat Untuk Indonesia 

Komentar Anda