Portal Indonesia
ad

Tahun 2020 di 171 Desa Se-Indramayu Gelar Pilkades, Balon Kuwu Sudah Santer

berita terkini
Ilustrasi
ad

PORTALINDONESIA.NET, INDRAMAYU - Tahun ini merupakan tahun politik. Pemilihan Umum yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota Legeslatif dari tingkat Daerah, Provinsi dan Pusat (DPR RI) akan digelar secara serentak diseluruh Republik Indonesia pada 17 April 2019 mendatang. 

Informasi dihimpun portalindonesia.net di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bahwa setelah Pemilu 2019 terlaksana, ratusan desa di Kabupaten Indramayu tahun 2020 mendatang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa atau Pemilihan Kuwu secara serentak. Sebanyak 171 Kuwu atau Kepala Desa akan mengahiri masa jabatannya tahun 2020 mendatang. Di antaranya Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener, Desa Tambi, Desa Majasih Kecamatan Sliyeg, Desa Jangga Kecamatan Losarang, Desa Junti Kedokan, Desa Pilang Sari, Desa Temiyang Kecamatan Kroya, Desa Muntur Kecamatan Losarang dan desa-desa lainnya. 

Dari 171 desa yang akan menggelar Pilkades, ada beberapa desa yang saat ini sudah santer dan menjadi buah bibir masyarakat tentang siapa saja figur - figur pemimpin yang akan maju dan masuk bursa bakal calon Kuwu. Salah satunya di Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener. 

Sejumlah orang yang dinilai sebagai figur pemimpin dan dikabarkan siap maju menjadi bakal calon Kuwu di desa tersebut, diantaranya Hamim, Alhusori, Ubedillah, Taufiq bin Fahrurrozi serta petahana Kuwu Abu Darda S.Ag. Bahkan, orang - orang yang masuk bursa balon Kuwu itu dikabarkan sudah mencari calon dukungan terhadap masyarakat dengan caranya masing - masing.

Ketika dimintai keterangan seputar pencalonan Kuwu, salah satu orang yang bakal maju menjadi calon Kuwu Kiajaran Kulon, Hamim mengaku bahwa dirinya terdorong menyalonkan sebagai bakal calon Kuwu, karena ingin memajukan Desa Kiajaran Kulon baik pembangunan, keragaman, meningkatkan perkonomian masyarakat, meningkatkan Sumber Daya Manusia serta berkeinginan agar desa-nya jangan tertinggal dengan desa lain. 

"Insya Allah, saya sudah memperhitungkan kemampuan dan upaya mensinergikan agar pembangunan desa benar - benar terpadu" katanya, Selasa (5/3/2019). 

Sedangkan menurut Kuwu Abu Darda S.Ag yang saat ini masih menjabat sebagai Kuwu Desa Kiajaran Kulo, menyampaikan via WhatsAppnya, bahwa siapapun yang akan mencalonkan Kuwu, itu merupakan hak mereka berdemokrasi. Tidak ada penghalang baginya, dan tidak akan mengganggu konsentrasi tugas dalam roda pemerintahan. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan membangun desa. Tahun 2019 program padat karya harus benar - benar dinikmati masyarakat Kiajaran Kulon. Sementara waktu Darda memfokuskan pada tugas dan tanggung jawabnya yang belum selasai.

Bupati Kabupaten Indramayu H. Supendi mengamanatkan agar semua Kuwu mematuhi amanah perundang - undangan untuk melaksanakan program kerja. Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Dalam paradigma tata kelola keuangan desa jangan hanya mengandalkan Dana Desa yang bersumber dari APBN, ADD dan bantuan Provinsi. Akan tetapi para Kuwu harus mampu menggali potensi dari sumber pendapatan desa.
 

Reporter : Sai
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Siswa SMK Al Akhyar Wonokusumo Merasa Puas Ikuti USBN dengan Lancar 
Berita Selanjutnya Sekolah Dasar Berkarakter Kebangsaan di Situbondo Gelar Seni Dan Budaya

Komentar Anda