Portal Indonesia
Iklan mubar

Jawa Timur Dilanda Banjir, Ribuan KK di 15 Kabupaten Terdampak

berita terkini
Saat Banjir Melanda Kabupaten Ponorogo
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, JAWA TIMUR - Hujan deras yang turun di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (6/3) dan Kamis (7/3), telah menyebabkan sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Timur dilanda banjir. Data sementara dari release Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir ini menyebabkan lebih dari 12.495 KK di 15 kabupaten terdampak. Sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Dalam release yang diterima redaksi Portal Indonesia pada Jumat (8/3/2019), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo menyampaikan, bahwa berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur, 15 kabupaten yang mengalami banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolingg, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar. Dari 15 daerah yang paling parah terlanda banjir ini, adalah Kabupaten Madiun. 

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan pers yang diterima redaksi Portal Indonesia pada Sabtu (2/3/2019), telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Indonesia untuk mewaspadai potensi bencana terkait dengan hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia dalam rentang 2-8 Maret 2019. 

Dalam keterangan pers itu, BMKG mengidentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia yang merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur. Fenomena ini dapat meningkatkan potensi curah hujan dalam skala tinggi di daerah yang dilaluinya, dan MJO  diprakirakan bergerak melintas wilayah Indonesia akibat beberapa fenomena atmosfer yang terpantau muncul secara bersamaan.

Kondisi itu menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat dan tengah. Dampaknya adalah meningkatnya potensi curah hujan tinggi yang dapat menimbulkan musibah seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. 

Curah hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama turun di beberapa daerah sesuai prakiraan BMKG sehingga menimbulkan banjir, longsor dan puting beliung. 

Pantauan Portal Indonesia, BPBD bersama TNI, POLRI, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pemberian bantuan logistik serta pendataan dampak banjir telah dilakukan, diantaranya di Kabupaten Ponorogo.

Di Kabupaten ini, Dinas Sosial Kabupaten Ponoro telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman bagi para korban banjir. Dantaranya disalurkan untuk para korban yang berada di posko pengungsian Prayungan.

Para korban bencana saat di posko, didampingi, didata dan diberikan bantuan logistik oleh Dinas Sosial Ponorogo dengan melibatkan kelompok relawan PKH, TKSK dan relawan tagana. 

Selain itu, anggota pramuka, para guru, pelajar, ormas keagamaan dan ratusan relawan dari berbagai organisasi bergabung untuk membantu para korban banjir. 

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant didampingi Kabgops Kompol Basuki Nugroho dan Kasat Sabhara AKP Djoko Winarto pada Kamis (7/3/2019), melaksanakan pemantauan sekaligus evakuasi masyarakat yang terdampak banjir diantara di Kelurahan Pinggirsari. 

Di wilayah Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan Ponorogo ini, termasuk daerah yang terdampak cukup parah dengan ketinggian air sampai betis orang dewasa dan warga di daerah ini dievakuasi ke gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo.

Selain itu, Kapolres Ponorogo juga melakukan pengecekan jembatan yang hampir putus karena pondasi penyangga terseret air sungai yang menghubungkan Desa Broto dan desa Menggare, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Reporter : Tim / Redaksi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Buka Usaha Kedai Kopi Sangat Menjanjikan, Potensi Usaha Wartawan Portlalindonesia
Berita Selanjutnya Prof. Mas’ud: Tugas Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Komentar Anda