Portal Indonesia
lowongan beriklan

Say No to Golput

berita terkini
Penulis, Siti Risqiyah, S.Pd.
222

PORTALINDONESIA.NET - Beberapa bulan terakhir ini public mulai ramai membicarakan tentang politik, baik di perkantoran, pasar, warung kopi bahkan di Rumah sakitpun yang menjadi topic pembicaraan seputar Pemilu 2019. Seperti yang kita ketahui, kurang lebih 20 hari lagi Indonesia akan menggelar Pesta Demokrasi, yaitu pada tanggal 17 April 2019 nanti kita akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPR Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten. 

Antusiasme masyarakat sangat positif dalam menyambut pesta demokrasi ini, terbukti dengan banyaknya komunitas perempuan yang juga turut berperan aktif. Di kubu 01 ada komunitas perempuan yang dikenal dengan sebutan ibu bangsa sedangkan di kubu 02 juga ada komunitas perempuan yang dikenal dengan emak-emak. 

Militansi komunitas perempuan tersebut menjadi daya tarik sendiri pada pemilu kali ini. Pun kaum Milenial juga sepertinya tidak mau kalah, banyaknya komunitas milenial yang sudah mendeklarasikan dukungan mereka pada msing masing paslon menjadi hal yang sangat positif untuk mendongkrak suara dari golongan swing voter. Lalu apakah euforia tersebut bisa mengurangi tingkat Golput pada pemilu kali ini? 

Pada pasal 515 Undang-undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum disebutkan, bahwa setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau meateri lainnya kepada pemilih supaya tidak menggunakan hak pilihnya, dipidana dengan penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 36.000.000. 

Berdasarkan pasal tersebut dapat kita simpulkan, bahwa jika kita mengajak orang untuk Golput tanpa adanya janji atau memberikan sejumlah uang atau materi, tentu kita tidak bisa dipidana, tetapi secara moral, menggiring pemikiran masyarakat untuk Golput merupakan tindakan yang sangat merugikan Negara. Golput merupakan hal yang diperbolehkan. Tapi hal ini juga termasuk tindakan yang kurang bertanggung jawab karna secara tidak langsung kita tidak menggunakan hak kita dengan baik. 

Seseorang mendeklarasikan dirinya untuk Golput pastinya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: Kurang memahami visi misi dan track record kandidat, semakin massifnya dekadensi moral yang dipertontonkan oleh anggota DPR (Legislatif) Kejaksaan Agung (Yudikatif) dan Pemerintah (Eksekutif), sehingga muncul kekecewaan dan ketidak percayaan masyarakat. Alasan golput lainnya juga bisa karna tidak adanya figure yang merepresentasikan golongan mereka. 

Lalu bagaimana cara mencegah Golput tersebut? Seperti yang kita ketahui bersama, pada Pemilu tahun 2014 , angka Golput mencapai sekitar 30%. Termasuk orang-orang yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan tidak mendapat undangan untuk memberi hak suara. Angka 30% tersebut bisa kita tekan dengan terus melakukan sosialisasi tentang kepemiluan  pada semua element masyarakat. Jadi, sosialisasi yang dilakukan bukan hanya dilakukan oleh para penyelenggara pemilu saja. Tapi semua warga masyarakat harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk turut berperan aktif mensosialisasikan pemilu baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti melalui medsos kita. Dengan harapan, agar informasi tentang pemilu bisa sampai ke pelosok desa di seluruh Nusantara. 

Bukankah Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau berubah? Maka, gerakan ayo Nyoblos merupakan ikhtiar kita untuk mewarnai perubahan demi kemajuan bangsa. Tunjukkan Nasionalisme kita dengan datang dan mengajak keluarga, kerabat dan tetangga ke TPS untuk menggunakan hak suara kita. Karna satu suara sangat berharga untuk menentukan arah masa depan bangsa tercinta ini. Terlebih, jika kita tidak menggunakan hak pilih kita, bisa jadi suara kita akan dislah gunkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. So, Say No to Golput!!! 

Untuk diketahui, penulis adalah mantan Kabid PP Komisariat Ibnu Khaldun HMI Cabang Jember dan saat ini menjabat Sekretaris II PC Muslimat NU Situbondo untuk periode 2015-2020.

Reporter : Abdul Hakim
Editor : -
444
Berita Sebelumnya Kepala SMK Negeri 1 Wadaga Optimis Hasil UNBK Siswanya Memuaskan 
Berita Selanjutnya Pra Musda, IPJT Gelar Rapat Persiapan di Kendal

Komentar Anda