Portal Indonesia
Iklan mubar

LP2M Universitas Jember Gelar Workshop Spesial Untuk Penelii Pemula 

berita terkini
Saat acara Workshop Spesial Untuk Peneliti Pemula (Early Researcher Week) yang digelar LP2M Universitas Jember 
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, JEMBER - Aula Gedung Surahman mulai tanggal 28 sampai 30 Maret 2019, dipenuhi oleh wajah wajah muda dan penuh semangat dari para dosen sekaligus peneliti muda Universitas Jember. Mereka aktif berpartisipasi dalam acara yang diadakan oleh LP2M dengan topik besar "Early Researcher Week", yaitu acara yang berisi workshop penelitian dikemas spesial untuk dosen/peneliti pemula. 

Dengan hashtag #UNEJMudaBerkarya yang sudah banyak diposting peserta dalam berbagai media sosial, para peserta sudah menunjukkan antusiasme dan semangat semenjak dibukanya acara oleh Rektor Universitas Jember. 

Acara yang semula direncanakan untuk 60 peserta, dalam waktu kurang dari 2 jam sejak dibukanya pendaftaran, kuota habis!. 

Melihat antusiasme peserta kemudian kuota diperbanyak, akhirnya ada 172 orang dosen peneliti pemula yang mendaftar dalam rangkaian acara tersebut. Beberapa dosen peneliti muda dari universitas di sekitar jember seperti dari STIE Mandala, IKIP PGRI, Universitas Muhammadiyah dan perguruan tinggi lainnya, juga nampak hadir dalam acara ini. 

Ketua LP2M (Prof. Dr. Achmad Subagio) dan Rektor Universitas Jember (Drs. Moh. Hasan, PhD) memberikan sambutan pembuka dalam acara tersebut. 

Tingginya antusiasme oleh peserta, sehingga potensi untuk bisa memfasilitasi dan memberi “playground” baru bagi para dosen peneliti muda yang bersemangat untuk melakukan penelitian semakin lebih lebar. Apalagi kenyataan bahwa dosen peneliti pemula inilah yang merupakan wajah Universitas Jember dan menentukan kamajuan Universitas Jember di 10 tahun yang akan datang. 

Acara yang akan berlangsung selama 3 hari, dengan pembicara tidak hanya dari dalam Universitas Jember tetapi juga mengundang 2 pembicara dari luar Universitas Jember. Pembicara internal Universitas Jember merupakan peneliti yang reputable dalam skala nasional diantaranya Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiharto, M.Agr., Sc. (Indonesian Biotechnology Ambassador USAID 2018), Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. (Penerima Academic Leader Award 2018), Prof. Dafik, M.Sc., Ph.D. (Professor of of Graph Theory and Combinatorial Education), Prof. Dr. Harry Yuswandi, MA. (Pakar Penelitian dengan Pendekatan Metode Kualitatif), Dr. Albert Talapessy (Pakar Peneliti Bidang Seni dan Humaniora), Khairul Anam, ST., MT., Ph.D (Sekretaris 3. LP2M Universitas Jember). 

Sementara itu 2 orang peneliti dari luar Universitas Jember sebagai pembicara adalah Dr. Ing. Suhendra (Peneliti Indonesia yang berpengalaman bekerja di Badan Penelitian Jerman BAM (“LIPI” Jerman), Senior Process Engineer, VTA-GmbH/British Petroleum Germany) dan Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc. (Dosen Statistika ITS Bidang Keahlian Time Series Forecasting, Neural Networks for Data Analysis, Multivariate Analysis, Econometrics Time Series Modeling, Spatial Time Series Modeling). 

Hari pertama fokus dengan workshop terkait bagaimana menyusun proposal penelitian yang baik dan kompetitif dalam skala nasional, sekaligus menggagas ide inovasi dari penelitian penelitian yang dijalankan sehingga bisa bernilai ekonomi dan memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. Hari kedua workshop berisi workshop materi pendukung untuk keberlangsungan penelitian yang baik dan benar, dari segi metode yang digunakan secara kualitatif dan/atau kuantitatif serta etika penelitian terkait dengan pengembangan keilmuan di tataran nasional maupun internasional. 

Workshop hari terakhir akan fokus pada character building yang akan dipandu langsung oleh trainer profesional. Dalam character building yang dikemas mirip outbond karena akan banyak acara di luar ruangan akan memberikan modal interpersonal softskills bagi para dosen peneliti pemula seperti misalnya kemampuan bekerja dalam tim (teamwork) dan membangun social awareness. 

Pada akhir acara yang dimotori oleh Pusat Riset Unggulan LP2M Universitas Jember ini, diharapkan dosen peneliti pemula memiliki modal yang optimal untuk mengembangan dan melaksanakan penelitian yang baik dan berkelanjutan sehingga secara personal peneliti mereka akhirnya bisa berkompetisi di level nasional maupun internasional.

Reporter : Tim / Redaksi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Lemas Berdesakan, Vanessa Hampir Pingsan Hendak Dibawa Ke Rutan Medaeng
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda