Portal Indonesia
Iklan mubar

Ngaji Kebangsaan Bersama Panglima TNI dan Kapolri di Ponpes Nurul Jadid 

berita terkini
Saat acara Ngaji Kebangsaan di Auditorium Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo, Jawa Timur. (Photo Istimewa)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Dua orang tokoh sentral dalam menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP dan Kapolri Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D., pada Selaaa (2/4/2019) berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 

Ketika tiba di area Ponpes Nurul Jadid sekitar pukul 09.30 WIB, Panglima TNI dan Kapolri langsung disambut oleh Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini dengan prosesi pengalungan sorban dan pemberian kopiah khas Universitas Nurul Jadid (UNUJA). 

Selanjutnya rombongan langsung menuju ruang Auditorium UNUJA.

Kunjungan kedua tokoh yang merupakan tamu kehormatan itu, dalam rangka mengisi kuliah umum acara "Ngaji Kebangsaan" dengan tema “Mempererat Persatuan Menjaga Kesatuan Membangun Indonesia Berkeadaban”.

Dalam acara Ngaji Kebangsaan yang berlangsung sekitar 49 menit dan tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019 tersebut, turut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Probolinggo, Drs. HA. Timbul Prihanjoko, beberapa pejabat Kepolisian dan TNI di Kabupaten Probolinggo, dosen, guru, mahasiswa, serta siswa dan siswi di seluruh lembaga pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid. 

Menurut Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri, dalam kuliah umum itu, kedua jenderal berbicara tentang kebangsaan. Dimana Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bangsa yang besar dan luas. Pada tahun 2050 Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 terbesar di dunia.

Panglima TNI juga menyingung tentang revolusi industri 4.0. Dimana semua pekerjaan akan berbasis teknologi yang memanfaatkan data base, kemajuan teknologi tersebut. Jika tidak disikapi dengan bijak, dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya kira itu motivasi bagi santri. Oleh karena itu para santri harus belajar, kembangkan kemampuan Akademik, keseimbangan emosi, fisik, dan kecerdasan spiritual untuk menjadi generasi yang hebat dan kreatif dan menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Acara Ngaji Kebangsaan tersebut mengandung harapan bahwa Indonesia akan selalu menjadi negara yang aman dan tenteram di tengah harmoni dan keberagaman agama, suku, dan bahasa dengan memegang erat nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. (*)

Reporter : Tim / Redaksi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Kapolres Bersama Jajaran Forkopimda Situbondo Hadiri Peringatan Isra Mi'raj
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda