Portal Indonesia
ad

Perdagangan Komodo Terungkap, Ini Tuntutan AMA NTT Makasar Saat Unjuk Rasa

berita terkini
Saat AMA-NTT Makassar menggelar aksi unjuk rasa di dibawah jembatan Fly Over
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MAKAKASSAR - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa - NTT (AMA - NTT) Makassar melakukan aksi unjuk rasa dibawah jembatan Fly Over Jl. Urip Sumoharjo dan Bundaran Jl. Hertasning dan Jl. AP Petarani, Makassar, Senin (1/3/2019).

Aksi aktivis mahasiswa tersebut dilakukan untuk meminta ketegasan pemerintah dalam penindakan para pelaku transaksi ilegal satwa komodo dan meminta pencopotan Kapolda NTT dari Jabatanya jika gagal dalam mengungkap kasus ini. 

Kepada Portalindonesia.nne, jendral lapangan aksi Libertus Lesing melalui telepon mengatakan, bahwa perburuan dan perdagangan satwa merupakan ancaman utama terhadap keberlangsungan hidup satwa yang dilindungi. 

"Nilai jual yang tinggi dari satwa tersebut mendorong manusia untuk melakukan perdagangan ilegal terhadap satwa yang seharusnya dilindungi,dalam hal ini yang dimaksud adalah proses transaksi jual beli ilegal satwa Komodo tersebut" kata Libertus.

Libertus mengatakan, tindakan kejahatan terhadap satwa alam tersebut salah satu Kejahatan yang telah terorganisir.
 
"Apa yang terjadi di Taman Nasional Komodo (TNK) Kabupaten Manggarai Barat NTT sudah merupakan kejahatan terhadap satwa Komodo yang dilakukan secara terorganisir dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas, mulai dari tingkat lokal, nasional maupun internasional" ungkap aktivis yang akrab disapa Ibe itu.

Libertus mengaku heran deng an kejadian tersebut. "Kamipun heran dengan kejadian ini, kemanakah Pemprov NTT, Pemkab Manggarai Barat dan pihak penegak hukum dilingkup Propinsi NTT, serta Dinas Pariwisata Manggarai Barat dalam melakukan pengawasan terhadap para wisatawan yang masuk di Taman Nasional Komodo?" ungkap Ibe dengan nada bertanya. 

Aktivis asal Rahong Utara itu menjelaskan, apa yang dilakukan oleh oknum perdagangan satwa Komodo, merupakan tindakan yang melanggar hukum yang harus diberikan tindakan hukum secara tegas.

"Jelas ini merupakan tindakan yang melanggar hukum, sebagaimana dijelaskan dalam UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan Ekosistemnya. Siapapun yang berani melanggar hukum,maka harus bertanggung jawab pula dimata hukum." tegas Ibe.

Berikut tuntutan AMA-Makassar dalam aksi unjuk rasa tersebut :
1. Hentikan praktek yang menjadikan Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai aset bisnis;
2. Usut tuntas dalang dibalik penyelundupan 47 ekor komodo keluar area Taman Nasional Komodo (TNK);
3. Kembalikan Komodo yang berhasil digagalkan dalam transaksi jual beli kepada Habitanya di Tamana Nasional Komodo (TNK);
4. Segera lakukan evaluasi terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten manggarai barat:
5. Tegakan UU No 5 tahun 1990;
6. Jika dari 5 point diatas tidak diindahkan, Makan Kami mendesak KAPOLRI untuk Copot KAPOLDA NTT dari jabatanya.

Aksi tersebut berlangsung damai selama kurang lebih tiga jam dan diisi dengan orasi ilmiah dari para aktivis secara bergantian.

Reporter : Saifullah/Redaksi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Ngaji Kebangsaan Bersama Panglima TNI dan Kapolri di Ponpes Nurul Jadid 
Berita Selanjutnya Kesbangpol Tegaskan Investor Jangan Takut Tanamkan Modal di Probolinggo

Komentar Anda