Portal Indonesia
Habibie

Jaksa Ungkap Cara Pengusaha Lumajang Membooking Vanessa Angel

berita terkini
Terdakwa Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, Mucikari Vanessa Angel saat jalani sidang perdana.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, SURABAYA - Kasus prostitusi online yang menyeret artis FTV Vanessa Angel mulai terkuak pada persidangan perdana dengan terdakwa Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, hari ini Kamis (4/4/2019). Terdakwa juga termasuk sebagai mucikari.

Sidang yang berlangsung terbuka ini digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurlaila dan Novan Arianto dari Kejati Jatim, saat membacakan surat dakwaan dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Dwi Purwadi.

Dalam isi dakwaan, menyebutkan dengan jelas nama lengkap pria hidung belang yang menyewa artis Vanessa Angel adalah Rian Subroto, pengusaha asal Lumajang.

Kasus ini bermula dari pertemuan antara mucikari Dhani (DPO) dengan Rian Subroto, pria penyewa jasa ‘esek-esek’ Vanessa Angel di sebuah kafe Delight, yang berlokasi di Lumajang, Jawa Timur.

Dari pertemuan itu, Dhani menawarkan kepada Rian untuk dicarikan teman kencan dengan artis atau model selebgram. Tanpa panjang fikir, akhirnya Rian pun lantas menanggapi tawaran tersebut.

Dhani kemudian menghubungi mucikari Tentri Novanta alias TN dan memintanya untuk dicarikan seorang artis atau model yang bisa di booking out. Tentri lantas mengajukan nama Vanessa Adzania alias Vanessa Angel dan Maria Delima Siahaan alias Avriellya Shaqqila.

Tawaran Tentri itu pun disetujui oleh mucikari Dhani. Karena hanya mengenal Avriellya, Tentri selanjutnya menghubungi muncikari Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, agar dikomunikasikan dengan Vanessa.

Nindy kemudian menghubungi mucikari Fitriandri alias Vitly Jen, agar dapat dikomunikasikan keinginan untuk mem-booking out (BO) Vanessa Angel. Keinginan BO langsung disampaikan lagi oleh Fitria kepada terdakwa Nindy.

Saat ditawari terdakwa, Vanessa menyetujui untuk diterbangkan ke Surabaya dengan harga yang telah disepakati antar mucikari, yakni sebesar Rp 60 juta ditambah tiket pesawat pulang pergi klas bisnis. Pembayaran itu ditransfer ke Vanessa dengan setengah harga. Dan sisanya dilunasi saat pesawat landing.

Setelah itu Tentri Novanta transfer uang sebesar Rp 20 juta dan Rp 42,5 juta ke rekening nomor 4730501981 milik terdakwa Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy. Vanessa bertemu Rian di Hotel Vasa Surabaya, Jalan H. R. Muhammad No. 31 Kota Surabaya.

Saat itulah kasus ini dibongkar oleh Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Kasus ini pun terus bergulir. Hingga akhirnya polisi menangkap empat orang mucikari, yakni Endang Suhartini atau Siska, Tentri Novanta alias TN, Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, dan Fitriandri alias Vitly Jen.

Reporter : Fauzi/Makmun
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Giono, Warga Ponorogo Meninggal Dunia Saat Memanen Padi
Berita Selanjutnya Kondisi Diguyur Hujan, Polisi Berhasil Lumpuhkan Pimpinan KKB Abu Razak

Komentar Anda