Portal Indonesia
ramadhan

Bawaslu Mubar Minta Pengawas Pemilu Tingkat Desa Kerja Profesional 

berita terkini
Ratusan pengawas pemilu tingkat desa menyimak materi dari Bawaslu Mubar
222

PORTALINDONESIA.NET, MUNA BARAT - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, meminta ratusan pengawas pemilu tingkat desa agar bekerja secara profesional. 

Menurut Kordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Mubar, Wa Ode Muniati Rigato, PPL dan PTPS dalam melakukan pengawasan tetap  mengacu pada regulasi yang ada. 

"Saat ini kita sedang menghadapi masa tenang. Kemudian masuk pada tahapan pungut hitung suara Pemilu 2019. Baik Panitia Pengwas Lapangan (PPL) maupun Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) agar melakukan pengawasan dengan sebaik-baiknya, supaya kecurangan pada tahapan tersebut tidak terjadi," jelas Muniati saat memberikan materi, Jumat (5/4/19) di Gedung Barugano Lawa, Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa.

Muniati menyebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh jajarannya yaitu pada masa tenang semua atribut peserta pemilu harus ditertibkan, pendistribusian C6 harus tepat sasaran dan mengecek kondisi TPS.

"Sama halnya dengan  kegiatan pungut hitung suara. PPL dan PTPS harus jeli melakukan pengawasan sehingga proses pungut hitung suara di TPS dapat berlangsung tanpa kecurangan. Jadi semua kegiatan dipantau dengan saksama, supaya proses pungut hitung suara dilakukan sesuai aturan yang berlaku," tandas Muniati.

Muniati berharap semua pengawas pemilu tingkat desa dapat mengawasi kegiatan pungut hitung suara dengan tuntas. 

"Kalau dalam kegiatan pungut hitung itu ada yang menyimpang dari aturan, tolong sampaikan secara baik-baik kepada pihak terkait. Tujuan kita melakukan itu adalah agar pelaksanaan pungut hitung suara tidak menuai masalah di kemudian hari dan tidak terjadi pemungutan suara ulang (PSU)," katanya.

Pantauan portalindonesia.net di lapangan, jumlah PPL dan PTPS yang mengikuti kegiatan pembekalan tersebut seratus orang lebih. Mereka ini adalah PPL dan PTPS dari 25 desa yang tersebar di tiga kecamatan, antara lain di Kecamatan Lawa, Barangka dan Kecamatan Wadaga.

Para peserta pembekalan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait tata cara pungut hitung suara yang benar. Selain itu, peserta juga melakukan uji coba penggunaan aplikasi Siwaslu. Aplikasi Siwaslu ini akan digunakan oleh pengawas pemilu tingkat desa untuk melaporkan hasil pengawasannya kepada Bawaslu Republik Indonesia.

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Bocah Penderita Jantung Gagal ke RSCM Jakarta, Ini Penjelasan Orang Tua Pasien
Berita Selanjutnya Elan Rajiun

Komentar Anda