Portal Indonesia
Iklan mubar

Anggota PA GMM Gugat Dana Arisan Milyaran Rupiah Tersendat, Pengelola Angkat Bicara

berita terkini
Kuasa Hukum Anggota PA GMM, Samino, SH. (photo sebelah kanan) Ketua Pengelola PA GMM Purworejo, Nawang Srimulat, dengan didampingi penasehat hukumnya, Binarko Andriyanto, SH.(photo sebelah kiri)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Dana Paguyuban Arisan Gani Mega Morris (PA GMM) sebesar milyaran rupiah yang dikelola PT GMM tersendat, membuat anggota PA GMM megadukan ke pengacara. Bahkan, antara anggota dan pengurus PA GMM saling gugat.

Kuasa hukum anggota PA GMM, Samino, SH, saat bertemu awak media menyampaikan tentang dana arisan sebesar miliaran rupiah yang dihimpun dari para anggota PA GMM dan dikelola PT GMM Kabupaten Purworejo terancam hilang karena dinilai pihak pengelola tidak beres dalam mengelola. Bahkan sebagian dana tersebut diduga telah digunakan oleh oknum ketua PA GMM untuk kepentingan pribadi. 

"Faktor ketidak beresan keuangan arisan itu diduga digunakan oleh ketua arisan untuk kepentingan pribadi, yakni untuk membeli mobil, tanah, membangun rumah, dan kepentingan pribadi lainnya. Dampaknya, arisan terancam bubar, dan para anggota bakal kehilangan haknya," ungkap Samino.

Lanjut Samino, para korban yang belum cair uang arisannya, tidak hanya berasal dari Purworejo saja. "Anggota arisan ini, dari wilayah lain di Jawa Tengah juga ada. Seperti dari Kebumen, Wonosobo, Banjarnegara, Kulon Progo dan Yogyakarta. Bahkan kantor PT GMM itu tidak hanya ada di Purworejo saja, di daerah Gondrong Kuning juga ada," beber Samino.

Menurutnya, pengelolaan yang berkedok dengan lembaga PT ini terancam gulung tikar sehingga nasabah yang seharusnya mendapat hak arisan, hingga saat ini belum bisa dibayarkan.

Masih menurut Samino, paguyuban arisan ini secara berantai menghimpun dana dari para anggota yang jumlahnya mencapai ribuan orang dengan total dana yang dihimpun sudah mencapai miliaran rupiah. "Jumlah kerugian yang saya tangani saat ini totalnya Rp 3 milyar, terdiri dari wilayah Yogyakarta, Kulon Progo dan Butuh," ungkap Samino. 

Lebih lanjut Samino mengatakan, setelah orang yang mendaftar menjadi anggota arisan, kemudian anggota itu direkrut sebagai karyawan. "Tapi mereka banyak yang keluar karena mengetahui keadaan semakin ruwet dan banyak anggota yang belum terbayar. Mereka hanya mendapatkan janji - janji sampai ada yang sudah 1 tahun belum terealisasi. Bahkan menurut korban yang berasal dari daerah Butuh Purworejo, setiap anggota ada yang dijanjikan dapat sepeda motor, mobil dan lain sesuai dengan dana yang disetor," bebernya. 

Di tempat terpisah, dituding selewengkan dana arisan, Ketua Pengelola Paguyuban Arisan Gani Mega Morris (PA GMM) Purworejo, Nawang Srimulat, dengan didampingi penasehat hukumnya, Binarko Andriyanto, SH, angkat bicara memberikan klarifikasi.

"Saya akui, kalau perusahaan sedang ada masalah keuangan. Tapi itu dikarenakan, adanya beberapa kredit macet, piutang nasabah. Yang seharusnya membayar, tidak membayar. Jadi tidak benar kalau digunakan untuk kepentingan pribadi saya,” kata Nawang Srimulat, memberikan penjelasan di hadapan wartawan, Jumat (5/4/19).

Jumlah nasabah yang sudah dapat arisan mencapai 83 orang, tapi pembayarannya macet dengan jumlah tagihan mencapai Rp 2, 827 milyar. "Pihak pengelola sudah melakukan penagihan, baik secara manual (non ligitasi), maupun menggugat lewat pengadilan (ligitasi)," katanya. 

Nawang menjamin, bahwa nasabah tetap akan mendapatkan haknya, dan tidak akan hilang. Pihaknya tetap akan mengupayakan hak tersebut, namun perlu waktu dan antara pihak pengelola dengan nasabah sudah ada komitmen -komitmen. 

"Jika sudah jatuh tempo haknya belum terpenuhi, pihak pengelola akan minta tempo lagi, dan diminta para nasabah untuk memakluminya," ujar Nawang.
 
Disebutkan, ada 3 kategori nasabah. "Disini ada nasabah yang sudah terbayarkan, dalam perjanjian, dan belum terbayarkan atau belum selesai periode,” ungkap Nawang.

Nawang menjelaskan, arisan ini merupakan bagian dari divisi PT GMM (Gani Mega Moris), yakni pemasaran (mobil, motor, rumah), selain jasa. "Arisan dilakukan untuk memberi kemudahan pada para nasabah untuk bisa memiliki motor, mobil, maupun rumah," jelasnya. 

Masih kata Nawang, selama 13 tahun menjalankan arisan, sudah berjalan 140 periode, dengan keanggotaan mencapai 14 ribu NPA (nomor peserta arisan), dimana 126 periode diantaranya sudah selesai, dan semua anggota sudah dapat. Sisanya, 14 periode masih berjalan (dalam tahap penyelesaian), dengan keanggotaan 100 – 200 NPA.

“Intinya perusahaan tetap beritikad baik guna menyelesaikan secara menyeluruh kewajiban kepada seluruh anggota yang belum mendapatkan hak-haknya,” bebernya. 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Ribuan Relawan Dewi Srikandi EBY Pacitan Deklarasi Dukung Demokrat
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda