Portal Indonesia
Iklan mubar

Laka Lantas di Tangse, Dua Warga Asal Sumatra Utara Tewas di TKP

berita terkini
Saat laka lantas terjadi di kilometer 47 di Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, LHOKSEUMAWE - Dua warga asal Provinsi Sumatera Utara meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Tangse-Meulaboh, tepatnya pada kilometer 47 di Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. 

Kapolsek Kecamatan Tangse, Ipda Moh Jamil, mengatakan kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Jumat (5/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Kedua warga Sumatera Utara, yaitu Lamboi Pangaribuan (23) asal Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang, dan temannya Joihendri Lubis (25) asal Kecamatan Parbuluan, Dairi.

Kecelakaan lalu lintas itu bermula dari sepeda motor Revo dengan nomor polisi BK 2396 AHG yang dikendarai Lamboi Pangaribuan dan membonceng Joihendri Lubis datang dari arah Geumpang dengan kecepatan tinggi.

Tiba - tiba dari arah berlawanan datang satu mobil Grand Max yang disopiri Muhammad Rizki (19), warga Kota Lhokseumawe. "Tiba-tiba pada tikungan, terjadi tabrakan saling beradu," beber Jamil kepada wartawan.

Kedua pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya mengalami robek kepala, paha, serta patah tulang lengan. Sementara sopir mobil mengalami luka lecet pada bagian wajah dan kaki kiri tidak bisa digerakkan.

Ketiga korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tangse. Pihak aparat kepolisian menghubungi keluarga korban tewas untuk proses pemulangan jenazah ke Sumatera Utara.

Sementara menurut warga setempat, Rijal, menjelaskan kedua warga Medan yang meninggal di lokasi itu diduga rentenir dan mereka sudah sering bawa sepeda motor tanpa plat nopol dengan kecepatan tinggi. "Mereka masuk ke Gampong untuk menagih uang yang sudah diberikan pinjaman," ungkapnya.

Sedangkan warga lainnya, Ikbal, meminta kepada Pemda untuk bertindak tegas atas maraknya riba di daerah Pidie karena sudah sangat meresahkan masyarakat Pidie.

"Proses riba itu cukup marak di daerah kita?? Ingat mereka itu ilegal, tapi kenapa pemerintah Pidie tidak berani mengusir mereka dari tempat kita," tandas Ikbal.

Reporter : Nurmansyah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya KPU Manggarai Gelar Lomba Bertajuk KPU Run 5 Km
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda