Portal Indonesia
ramadhan

Ir Bambang Sutrisno : Potensi Purworejo Belum Dipetakan

berita terkini
Saat Bambang bertemu dengan awak media
222

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Potensi Purworejo belum terpetakan dengan baik. Padahal kabupaten yang terkenal dengan manggis dan kambing Etawa ini memiliki peluang pariwisata agro dan wisata alam yang elok. 

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI Ir Bambang Sutrisno, saat tatap muka dengan awak media, Senin (9/4/19).

Kondisi tersebut, membuat keprihatinan bagi Ir Bambang Sutrisno yang juga memilih tinggal di Purworejo. "Padahal Purworejo ini memiliki potensi, investasi besar bisa masuk karena sekarang dekat bandara baru Yogyakarta," tuturnya. 

Menurutnya, dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) pembangunan Purworejo mulai digenjot, namun masih belum maksimal. "Padahal pariwisata sangat potensial, tetapi sekolah vokasi pariwisata belum ada, hotel berbintang dan mall bahkan belum ada," tandasnya. 

Pria yang juga ikut andil dalam 'memindahkan' bandara Yogyakarta ke Kulon Progo ini sering merasa prihatin dengan tanah leluhurnya ini.

"Purworejo ini seperti tidak memiliki apa-apa. Apa yang akan membuat orang datang lagi ke Purworejo, oleh-oleh apa yang akan dibawa pendatang sama sekali belum ada yang spesifik," kata Bambang lagi.

Masih menurut Bambang, banyak diaspora yang memiliki ide untuk membangun Purworejo, namun ide tersebut mentok ketika berhadapan dengan eksekutif dan legislatif. "Saya berharap legislatif yang baru nanti bisa nyengkuyung pembangunan di Purworejo," kata Ketua Ikatan Arsitek Indonesia ini.

SDM dan birokrasi juga memegang peranan penting bagi pembangunan. Jika ingin pembangunan cepat selesai, SDM harus cekatan berdaya saing dengan milenial yang cepat bekerja. 

"Kita gali dengan legenda masing-masing daerah. Ada 16 kecamatan, pasti ada banyak legenda yang bisa dijual sebagai souvenir atau daya tarik wisatawan," bebernya. 

Lebih lanjut, anggota Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, pembangunan Badan Otorita Borobudur harus segera diselesaikan. Semua harus adil, jangan sampai pemkab setempat tidak mendapat apa -apa. Kecamatan Loano di Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu pintu masuk ke Borobudur. Jika dikelola dengan baik, maka potensi wisatanya bisa dikelola maksimal.

"Saya berharap, jangan sampai ada lagi yang menjual tanah kepada pihak luar. Kalau pun terpaksa menjual harus masih tetap memiliki saham di tanah tersebut. Sehingga kepemilikan tanah tidak dikuasai oleh orang-orang luar daerah, apalagi orang asing," pungkas Bambang. 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Solidkan Mesin Partai, AHY Bakar Semangat Kader Demokrat Ponorogo
Berita Selanjutnya Elan Rajiun

Komentar Anda