Portal Indonesia
Iklan mubar

KPUD Mubar Gelar Simulasi Pungut Hitung dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

berita terkini
Proses simulasi pemungutan suara di Desa Sido Makmur, Kecamatan Tikep, Muna Barat
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MUNA BARAT - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara menggelar simulasi pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Sido Makmur, Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep).

Ketua KPUD Mubar, Awaludin Usa, mengatakan tujuan digelarnya simulasi tersebut adalah untuk melihat daftar inventaris masalah yang terjadi ketika pungut, hitung dan rekapitulasi suara. Pasalnya, simulasi ini menggambarkan situasi sebenarnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat hari H.

"Kekurangan yang ditemukan pada  simulasi ini menjadi bahan penekanan yang akan disampaikan kepada Kelompok Panitia Pemungutan Suara (PanitiaKPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) saat dilakukan bimbingan tekhnis (Bimtek), jelas Awaludin saat ditemui dilokasi simulasi, Selasa (9/4/19).

Ia mencontohkan terkait pelayanan terhadap daftar pemilih tambahan (DPTb). Pemilih yang masuk kategori DPTb dilayani pada waktu normal yakni mulai pukul 07 sampai dengan pukul 12.00 Wita.

"Contoh lain penyetoran mandat saksi dari partai politik. Penyetoran mandat saksi dilakukan sebelum proses pemungutan suara dimulai. Bila mandat saksi belum lengkap maka di skorsing 30 menit.  Setelah skorsing, pemungutan suara langsung dilaksanakan meski belum semua saksi parpol menyetor-mandatnya kepada KPPS," terang Awaludin.

Tambah Awaludin, hal lain yang menjadi fokus perhatian adalah  durasi yang digunakan ketika proses pemungutan suara.

"Dari jumlah 100 peserta simulasi, kira-kira berapa waktu yang dibutuhkan hingga selesai pencoblosan. Sejumlah hal itu diantaranya yang menjadi perhatian kita. Pada intinya seluruh masalah yang kita temukan pada simulasi hari ini akan kita catat untuk bahan penekanan bagi KPPS, PPS dan PPK ketika Bimtek," tandasnya.

Ia berharap dari kegiatan simulasi itu diharapkan jalannya pemungutan suara, Rabu 17 April 2019 mendatang berjalan lancar.

"Pengalaman ketika simulasi menjadi pelajaran berharga supaya kesalahan serupa tak terulang pada hari H," singkatnya.

Kordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, KPUD Mubar, La Ode Fatahudin, menambahkan melihat waktu yang digunakan oleh peserta simulasi, waktu yang dihabiskan setiap pemilih dalam mencoblos lima surat suara berkisar tiga sampai enam menit.

"Jumlah pemilih per TPS maksimal 300 orang. Jumlah bilik suara ada empat buah. Sekali pencoblosan ada empat orang. Kalau di rata-ratakan empat menit yang dipakai setiap pemilih saat mencoblos maka dengan jumlah pemilih 300 orang, waktu digunakan adalah lima jam," katanya.

Pantauan portalindonesia.net di lapangan jalannya simulasi pencoblosan surat suara berlangsung tertib. Kegiatan simulasi ini dipantau oleh Badan Pengawas Pemilu Muna Barat.

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Ir Bambang Sutrisno : Potensi Purworejo Belum Dipetakan
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda