Portal Indonesia
Iklan mubar

Stop Money Politik

berita terkini
Penulis, Siti Risqiyah, S.Pd.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET - "Stop Money Politik" adalah salah satu karya Siti Risqiyah, S.Pd, seorang penulis yang merupakan mantan Kabid PP Komisariat Ibnu Khaldun. Karya penulis yang saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris II PC Muslimat NU Situbondo untuk masa bhakti (2015-2020) tersebut, diterima redaksi media online Portal Indonesia, Selasa 9 April 2019. 

Berikut isi dari karya Siti Risqiyah, S.Pd,  yang berjudul Stop Money Politik: 

Kurang lebih sepekan yang akan datang kita akan melaksanakan Pesta Demokrasi. Pelaksanaan Pemilu raya ini tentu tidak akan lepas dari adanya praktek money politik (politik uang). Money politik sudah menjadi hal yang lumrah, karena sudah menjadi rahasia umum disetiap momen pesta demokrasi, baik Pilpres, Pilkada dan Pileg selalu ditemukan praktek politik uang. Berdasarkan laporan Bawaslu pada 2018, hasil pengawasan pada Pemilihan Kepala Daerah 2018 memperlihatkan adanya indikasi politik uang sebanyak 535 kasus di tahapan kampanye, 35 kasus yang tersebar di 10 Provinsi pada tahapan masa tenang dan 2 kasus pada proses pemungutan dan penghitungan suara yang terjadi di satu Provinsi dan satu Kabupaten. 

Dari beberapa kasus diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwa tahapan-tahapan terjadinya politik uang bisa terjadi pada 3 fase. Fase pertama pada masa kampanye, fase kedua pada masa tenang dan fase ketiga pada proses pemungutan dan penghitungan suara. 

Lalu bagaimana cara mencegah praktek politik uang yang semakin massif itu? Tentu segala macam bentuk pencegahan sudah dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), mulai dari sosialisasi hingga patroli pengawasan, tetapi strategi pencegahan tersebut sepertinya masih belum bisa menurunkan tingkat praktek politik uang secara signifikan. 

Salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Situbondo, Fitriyanto, S.T menyatakan, "untuk mencegah praktik Money Politik tidak cukup hanya dengan menggunakan pendekatan secara normatif saja, tapi butuh penanaman nilai-nilai moralitas oleh tokoh kultur di Situbondo. Karnanya perlu ada kolaborasi antara penyelenggara Pemilu dengan Tokoh kultur agar pencegahan praktik Money Politik bisa lebih efektif” 

Penanaman nilai-nilai moralitas menjadi point penting yang harus kita pahamkan kepada masyarakat, karna bagaimana kita bisa menciptakan Pemilu yang bersih jika dalam prosesnya masih menjamur praktik politik uang yang sangat meciderai iklim Pemilu yang seharusnya berjalan dengan Jujur, Adil dan Bersih? Maka menjadi kewajiban bagi kita semua untuk turut berpartisipasi, membantu penyelenggra Pemilu untuk mengawasi dan mencegah adanaya praktik Politik Uang. 

Dalam Agama apapun, politik uang tidak dibenarkan, karna hal ini sama dengan menyuap kita untuk memperlancar seseorang menduduki jabatan tertentu dengan kata lain kita menjual suara kita hanya demi nominal rupiah yang tidak seberapa. Hal ini tentu akan mempengaruhi kinerja orang yang terpilih tersebut, rasa bertanggung jawabnya akan berkurang karna sudah membeli suara kita, pun ketika mereka terpilih kemungkinan yang akan menjadi concern kerjanya adalah bagaimana caranya untuk mengembalikan modal secepatnya. Secara tidak langsung kita sudah membuka jalan untuk seseorang melakukan Korupsi. 

Dalam Agama Islam, perilaku Politik Uang sudah jelas bisa dikategorikan dengan perbuatan seta, berlandaskan pada Hadist, "Ar-Raasyii wal-murtasyii fin-naa” (Penyuap dan yang disuap tempatnya di neraka).” Jadi, dalam pandangan Islam, dosa tidak hanya dipikul oleh pihak yang menyuap (rasyi). Pihak yang disuap pun (murtasyi) terkena dosa, dan tempat keduanya adalah neraka. Tentu kita tidak ingin semua pahala kebaikan dan Ibadah yang kita lakukan hangus hanya karna kita terjerumus pada praktik politik uang, dan mendiamkan atau membiarkan Politik Uang juga sama artinya dengan membiarkan perbuatan dosa. Jadi mari bersama-sama kita Stop Money Politic dengan tujuan ingin menciptakan Pemilu yang bersih agar terlahir para Pemimpin-pemimpin yang bersih. (Siti Risqiyah, S.Pd)

Reporter : Abdul Hakim
Editor : -
444
Berita Sebelumnya Aktor Terjadinya Money Politik di Sidoarjo, Ini Hasil Identifikasi Bawaslu
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda