Portal Indonesia
Habibie

BPMA: Aceh Berpotensi Miliki Cadangan Migas Hingga 15 Tahun Mendatang

berita terkini
Ilustrasi
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, KOTA LHOKSEUMAWE - Rabu (10/04/19), Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melakukan edukasi industri hulu migas kepada sejumlah mahasiswa di Gedung Pasca Sarjana, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh. BPMA menyebut Aceh berpotensi miliki cadangan migas hingga 15 tahun mendatang.

Plt Kepala BPMA, Azhari Idris kepada para wartawan, di lepas pantai Lhokseumawe ada satu lapangan gas yang dikelola oleh perusahaan Zaratex. Berpotensi ada cadangan migas. "Sudah kita ajukan ke Menteri ESDM, semoga dapat diberikan persetujuan oleh Menteri ESDM. Jika itu berproduksi, diperkirakan bisa bertahan sampai 15 tahun ke depan," ungkapnya.

Azhari menyebutkan patut menginformasikan kepada masyarakat dan mahasiswa tentang potensi migas yang ada di Aceh. "Jika sudah dipahami, putra putri Aceh ke depan bisa berkecimpung atau bekerja di bidang migas," tandasnya.

Potensi migas saat ini ada dua sumur yang sedang dilakukan pengeboran di Propinsi Aceh. Satu terletak di Aceh Timur yang dikelola oleh Renco Elang Energy dan di Langkahan, Aceh Utara yang dikelola Triangle Pasee. Kemudian, ada pihak Repsol satu sumur yang akan dibor di lepas pantai Pidie Jaya.

"Sementara sumur yang ada di Aceh Timur akan dilakukan pengeboran pada Juni mendatang. Selanjutnya akan dilakukan di Langkahan, Aceh Utara akan dibor pada 19 April dan satu sumur laut dalam oleh Repsol yang akan dibor tahun depan. Nilai investasi di sumur laut dalam ini mencapai 80 juta dollar AS atau setara Rp1,5 triliun lebih," jelas Azhari.

Kemudian, ada dua perusahaan juga sedang melakukan survey di Laut Andaman yang berbatasan dengan Thailand. Mudah-mudahan, sekarang bisa melakukan eksplorasi besar-besaran terhadap potensi alam Aceh. "Sehingga, saat dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh habis, maka sektor Migas bisa menjadi andalan," paparnya.

Pada kesempatan itu, Rektor Unimal, Herman Fithra mengatakan, Ini penting dimanfaatkan oleh mahasiswa yang berkonsentrasi dengan migas. Sebab, pasca eksplorasi gas Arun habis, dana Otsus akan berakhir. "Untuk itu, sumber pendapatan lainnya harus dirancang mulai sekarang," katanya.

Hal tersebut mendapat respon warga Aceh. Seperti yang dikemukakan Rizal kepada portalindonesia.net. Menurutnya, buat apa migas melimpah di Aceh, tapi dikuasai sama orang luar dan mafia Aceh yang bekerja sama dengan orang pusat. "Mending itu gas lenyap di telan bumi aja, karena rakyat Aceh sendiri tidak bisa menikmatinya secara gratis," katanya.

Reporter : Nurmansyah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Kado Spesial Siswa dan Siswi SD Kreatif Muhammadiyah 1 Lumajang
Berita Selanjutnya Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sarasehan Bintaltrajuang

Komentar Anda