Portal Indonesia
lowongan beriklan

PGRI Bondowoso Tolak Pemilihan F1 Hanya Ketua Umum

berita terkini
PGRI Kabupaten Bondowoso melakukan kajian AD/ART PGRI.
222

PORTALINDONESIA.NET, BONDOWOSO - Konggres PGRI ke XXII yang rencananya akan dilaksanakan pada penghujung tahun 2019 di Jakarta diprediksi akan berlangsung seru dan cenderung penuh polemik. 

Isu perubahan AD/ART PGRI dengan memaksakan perubahan satu pasal krusial terkait cara pemilihan yang hanya meilih ketua umum diprediksi akan menjadi puncak terpanas pelaksanaan konggres.

Banyak ketua PGRI kabupaten yang telah melakukan statement menolak pemilihan ketua umum (dalam kode PGRI disebut F1) karena dianggap bertentangan dengan budaya organisasi dan bertentangan dengan semangat good governance.

Seperti diketahui, pemilihan pengurus besar PGRI melalui sistem formatur dengan tahapan memilih F1 untuk calon Ketua Umum, F2 untuk calon tujuh orang Ketua dan F3 untuk memilih calon sekertaris jendral.

Urutan pelaksanaan pemilihannya dimulai dari F1,terus F2 lalu terakhir F3. Hasil pemilihan F1,F2 dan F3 ini bersama sama sebagai formatur untuk menyusun dan melengkapi kepengurusan pengurus besar PGRI. Nama nama untuk membentuk susunan pengurus diambil dari nama nama calon tetap yang sudah disyahkan dalam kongres.

Berangkat dari situasi menjelang konggres yang semakin memanas, Pengurus Daerah (PD) PGRI kabupaten Bondowoso mengundang semua pengurus cabang (red: kecamatan) PGRI se-Kabupaten Bondowoso untuk mengadakan kajian draft AD/ART PGRI yang dilaksanakan di Aula kantor PGRI, Rabu (10/4/2019).

Acara kajian tersebut di pimpin oleh Daris Wibisono Setiawan, selaku salah satu pengurus PD PGRI kabupaten Bondowoso bidang kaderisasi dan keorganisasian.

Secara teknis kegiatan kajian draft AD/ART ini dilaksanakan dengan dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok membedah 20 halaman dari 100 halaman draft AD/ART PGRI. Selanjutnya, masing-masing kelompok setelah selesai mengkaji draft AD/ART tersebut langsung di pleno-kan dan dikritisi oleh kelompok-kelompok yang lainnya. 

“Jadi kami konsep acara ini seperti konggres sesungguhnya, kita bagi menjadi komisi-komisi untuk membahas drat AD/ART yang sudah kita siapkan kolom-kolom untuk kalimat perubahan” ujar Daris Wibisono.

Sementara itu, selepas acara selesai,  ketua PD PGRI kabupaten Bondowoso Bambang Sutjipto menyampaikan bahwa PD PGRI Bondowoso satu suara menyuarakan aspirasi dari pengurus cabang yang semuanya hadir menyatakan menolak model pemilihan F! Hanya untuk ketua umum PB PGRI saja.

“Kami lebih memilih pemilihan untuk kepemimpinan PGRI yang bersifat kolektik kolegial, yang selama ini terbukti lebih demokratis, buttom up, sesuai semangat good governance” ujar Bambang sambil menutup acara kegiatan. 

Reporter : Chandra
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya BPMA: Aceh Berpotensi Miliki Cadangan Migas Hingga 15 Tahun Mendatang
Berita Selanjutnya Pra Musda, IPJT Gelar Rapat Persiapan di Kendal

Komentar Anda