Portal Indonesia
lowongan beriklan

Bupati Manggarai Deno Kamelus Kembali Berkantor di Desa

berita terkini
Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH.MH saat sambutan pembukaan.
222

PORTALINDONESIA.NET, MANGGARAI NTT - Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH.MH dan Wakil Bupati Manggarai Drs. Victor Madur, bersama jajaran SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, kembali melaksanakan kegiatan berkantor di Desa.

Kegiatan tersebut berlansung di dua Desa yakni, Desa Golo dan Desa Perak Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai-NTT, Senin (15/04/2019).

Sejumlah 20-an lebih SKPD (Pimpinan SKPD dan 2 staf,Red) bersama aparatur kecamatan dan aparatur desa, turun lansung mengambil dan memverifikasi data penduduk miskin, penerima bantuaan sosial, bantuan ternak baik yang terdata maupun yang belum terdata, data penerimaan bantuaan perumahan, data program kegiatan baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa, data penyandang masalah sosial, pengelola ADD, serta menjaring aspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya, di Desa Golo, Kecamatan Cibal, Bupati Deno menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan berkantor di Desa untuk melihat secara lansung kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.

"Saya tidak bisa di meja saja, mungkin 1 bulan, 25 hari di kantor untuk urus atministrasi, tetapi juga saya dan pak wakil harus siapkan waktu untuk turun ke desa-desa agar bisa tahu apa yang terjadi atau yang dialami di masyarakat. Dengan berkantor di Desa kita ingin mengecek lansung berkaitan dengan apa yang bisa dibuat pemerintah," ungkapnya.

Terkait berbagai program kegiatan  yang turun ke masyarakat, baik itu dari pusat, dari provinsi dan dari kabupaten harus benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat.

"Masyarakat dapat program macam-macam baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Saya mau uang seribu keluar harus ada manfaat untum masyarakat," lanjutnya.

Saat bersamaan Deno Kamelus juga mengatakan dalam kaitan pengelolaan dana Desa, Bupati Manggarai berharap agar pelaksanaanya dilakukan secara transparan dan melibatkan seluruh masyarakat.

"Sebagai kepala daerah, saya malu kalo yang dapat bantuaan yang itu" Saja atau orang yang sama, oleh karena itu pengelolaan uang yang transparan dan melibat kan seluruh masyarakat serta mengacu pada peraturan yang berlaku, tutupnya.

Reporter : Engkos Pahing
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Museum Jakarta Kota Tua Sebentar Lagi Diguncang Hiburan
Berita Selanjutnya Pra Musda, IPJT Gelar Rapat Persiapan di Kendal

Komentar Anda