Portal Indonesia
Habibie

Tindak Lanjuti Laporan, Pengacara GR Akan Temui Kapolres Purworejo

berita terkini
Kuasa Hukum GR, Dr. H. Teguh Purnomo, SH., MH., MKn.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Kuasa Hukum GR (45) Caleg PKS Dapil VI Kabupaten Purworejo, Dr. H. Teguh Purnomo, SH., MH., MKn., melakukan rilis media pasca pemberitaan di sejumlah media online maupun cetak terkait proses laporan di Polres Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam rilis media pada Senin (6/05/2019), Teguh menyampaikan, bahwa pasca melakukan proses laporan terkait kliennya ke pihak berwajib (Polres Purworejo) pada tanggal 2 Mei 20019, dirinya merencanakan pada Selasa (7/06/2019) akan menemui Kapolres Purworejo untuk mempertanyakan perkembangan proses hukum kliennya. 

Selain itu, Teguh dalam rilis media mengaku sudah menyiapkan surat yang ditujukan kepada Kapolres Purworejo dengan lampiran tanda bukti laporan polisi dan beberapa kliping koran terkait kejadian yang menimpa kliennya pada tanggal 15 April 2019. 

"Menurut rencana, Selasa (7/05/2019) pagi, saya akan menemui Kapolres Purworejo untuk menanyakan perkembangan penanganan perkara klien kami yang telah dilaporkan ke Polres Purworejo pada tanggal 2 Mei lalu”, tandas Teguh yang juga Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jawa Tengah ini.

Kuasa hukum GR itu menegaskan, bahwa surat terkait mohon penjelasan tindak lanjut laporan sudah disiapkan dan ditujukan kepada Kapolres Purworejo. "Surat tembusan untuk laporan kepada Ketua Komnas Ham RI, Kapolri, Ketua Bawaslu RI, Kapolda Jateng, Ketua Bawaslu Jateng dan Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo, juga sudah disiapkan," tegas Teguh.  

Lebih jauh, Teguh menyampaikan, seperti diketahui bersama, pada Kamis (2/05/2019) GR, pihaknya mendampingi GR melaporkan sekelompok orang yang masuk ke rumahnya GR pada tanggal 1 April 2019 sekitar pukul 23.30 WIB tanpa ijin. GR sendiri saat itu sedang tidur di kamarnya.

"Sekelompok orang tersebut diduga petugas dari Bawaslu Kabupaten Purworejo dan petugas Kepolisian Resor Puworejo. Setelah masuk, mereka mengambil beberapa barang dan uang yang ada di ruang tengah rumah GR," ungkap Teguh. 

Menurut Teguh, ruangan tersebut adalah area privasi keluarga, sehingga tidak sembarangan orang yang secara hukum dapat masuk ke ruangan tersebut. Beberapa dokumen dan uang diambilnya, dan herannya tanpa meninggalkan berita acara dan serah terima pengambilan barang. Hari berikutnya beberapa media, termasuk media online memberitakan tentang pernyataan Bawaslu Kabupaten Purworejo yang mengklaim dapat melakukan operasi tangkap tangan politik uang terhadap kliennya. 

“Saya berharap, kasus ini diusut tuntas, walaupun pelakunya diduga bagian dari petugas sentra Gakumdu Pemilu 2019 Kabupaten Purworejo. Proses hukum tidak boleh diskriminasi dengan sasaran kelompok tertentu, dan penegakan hukum tidak boleh melanggar hukum," bebernya.

Masih menurut Teguh, tidak ada pilihan lain, pihaknya meminta agar Kapolres Purworejo untuk secepatnya memeriksa mereka yang terlibat dan memproses sesuai hukum yang berlaku. "Ini ujian bagi penegak hukum Pemilu yang selama ini dalam penegakan hukum sering berseberangan dengan kekuasaan, pemodal dan aparat," tandas Teguh.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Hampir Dua Minggu Hilang, Kades Terong Ditemukan Tewas
Berita Selanjutnya Kodam XVIII/Kasuari Ikuti Vidcon Bersama Mabesad

Komentar Anda