Portal Indonesia
Idul adha

Tim YPI Sebut Indonesia Tempati Urutan Kedua Soal Stanting di Dunia

berita terkini
Perwakilan Yayasan Plan Internasional di Kabupaten Manggarai NTT, Opi Palai Peni
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MANGGARAI NTT - Indonesia tempati urutan kedua jadi negara buang air besar sembarangan di dunia.

Demikian disampaikan oleh Opi Palai Peni, selaku perwakilan tim Yayasan Plan Internasional (YPI), saat mengadakan sosialisasi yang bertajuk "Sanitasi Total Berbasis Masyarakat" di Balai Desa Kentol, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Senin (13/5/2019). 

Menurut Peni, alam seakan-akan jadi keranjang toilet terbesar di Indonesia, karena kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang air besar, seperti membuang air besar di hutan atau di bawah pohon besar.

Oleh karena itu, kata Peni, Yayasan Plan Internasional bekerja untuk mensosialisasi bagaimana harus membangun hidup sehat di tengah masyarakat. "Kami sudah melakukan sosialisasi di 73 desa di Kabupaten Manggarai," ujar Peni.

Peni mengharapkan masyarakat harus berani membangun kebiasaan untuk membuang air besar pada tempatnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

Menanggapi persoalan tersebut, kepala Desa Kentol, Daniel Ongut mengayakan, desa sudah dan akan kembali mengalokasikan anggaran dana desa untuk membangun toilet. Ia mengharapkan warga Desa Kentol untuk menjaga pola hidup sehat dengan memanfaatkan toilet tersebut.

"Kami selaku aparat desa sudah dan akan terus menyalurkan dana yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Dana ini memang dikhususkan untuk membangun toilet," kata Ongut.

Sementara itu, perwakilan kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kentol, Emilia Raman menyampaikan, bahwa desa stanting di Kabupaten Manggarai, salah satunya adalah Desa Kentol. "Desa ini harus diakui sebagai desa stanting," ungkapnya.

Karena itu, Raman mengharapkan keluarga harus bisa membangun pola hidup sehat demi perkembangan kecerdasan anak-anak.

Senada, Marlo Syukur selaku Aparat Desa Kentol menyampaikan bahwa persediaan air yang terbatas, menyebabkan salah satu faktor stanting dan buang air besar sembarangan masih menjadi polemik di desanya. 

"Stanting dan buang air besar masih menjadi masalah di desa Kentol. Karena, persediaan di desa kita masih kurang untuk keperluan toilet," ujar Marlo. 

Dalam sosialisasi yang bertajuk ini, dihadiri oleh perwakilan tim Yayasan Plan Internasional untuk Kabupaten Manggarai, Yayasan Sanitasi Berbasis Masyarakat, sejumlah aparat desa berikut anggota PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kaum muda setempat. 

 

Reporter : Manzahari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Pemuda Pancasila PAC Krian Bagi-Bagi Ta'jil
Berita Selanjutnya Kenang Jasa Para Pahlawan, Warga Sumber Katimoho Nobar G30S/PKI 

Komentar Anda