Portal Indonesia
Idul adha

Bangun Spiritualitas Kaum Muda, HMPS Teologi ST. Paulus Ruteng Gelar Seminar

berita terkini
HMPS  ST. Paulus Ruteng menggelar seminar
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, RUTENG NTT - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teologi STKIP St. Paulus Ruteng pas Sabtu (12/05/2019) melaksanakan kegiatan seminar ilmiah dengan tema "Membangun Spiritualitas Kaum Muda dalam Perspektif Budaya dan Ekologis" di Aula Van Roosmalen.

Kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa-mahasiswi jurusan Teologi tingkat l, ll dan llI, serta pengurus HMPS Teologi sebagai pelaksana.

Kepada dedia ini, Ketua HMPS Teologi Stefanus Hadur menjelaskan, seminar ilmiah merupakan kegiatan rutinitas mahasiswa yang dilakukan setiap tahun. Kegiatan seminar ini dilakukan agar semua mahasiswa Prodi Teologi yang merupakan bagian dari pemuda atau generasi penerus bangsa bisa berpikir secara kritis. Memiliki spiritualitas cara berpikir berbasis budaya dan ekologis sehingga bisa menjadi kaum muda harapan keluarga, bangsa, dan gereja.

"Kaum muda ataupun mahasiswa harus dipandang sebagai pribadi yang perlu berkembang, karena memiliki kualitas, bakat dan minat yang perlu tingkatkan. Kaum muda merupakan generasi penerus yang menjadi harapan masyarakat, bangsa, negara dan gereja," kata Stefanus.

Stefanus kemudian menjelaskan beberapa masalah ekologi yang disampaikan pemateri dalam seminar.

Secara global, persoalan yang sering terjadi adalah kerusakan lingkungan hidup. Perambahan hutan yang secara liar dan masif, terumbu karang rusak parah akibat pengeboman ikan, pencemaran air, tanah, dan udara terjadi dimana-mana akibat polusi, limbah industri, dan pengolahan sampah yang tidak tepat. Persoalan lingkungan ini semestinya segera diselesaikan.

"Sementara itu generasi muda adalah manusia yang dalam pemahaman kristiani sebagai citra Allah merupakan bagian terpenting dalam usaha pelestarian lingkungan dan penyelesaian masalah tersebut," ujar Stefanus.

Kader GMNI Cabang Manggarai itu berharap, seminar ini bisa menimbulkan kesadaran dan melahirkan pikiran kritis bagi mahasiswa Teologi khususnya atau pemuda pada umumnya. Melalui pemuda dan mahasiswa, masyarakat bisa memandang lingkungan ekologis sebagai sumber kehidupan dan tidak merusaknya.

"Semoga setelah mengikuti Seminar ini mahasiswa mampu menerapkannya dalam kehidupan mereka setiap hari, baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat umum,"

"Dengan mendapatkan materi, pemahaman mereka tentang spirit kaum muda dalam perspektif budaya dan ekologis sangat baik sehingga mereka tidak seenaknya berbuat di lingkungan masyarakat," tutup Stefanus.

Pemateri dalam seminar ini, diketahui adalah mahasiswa yang berada di tingkat akhir, dan seorang dosen yang berlaku sebagai moderator.

Reporter : Saifullah/Redaksi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Kualitas Jalan Kabupaten di Desa Randuagung Dipertanyakan Warga
Berita Selanjutnya Jalan Sehat dan Bazar Warga Jl Greja Semarakkan HUT ke-74 RI di Kota Malang  

Komentar Anda