Portal Indonesia
ramadhan

Bawaslu Manggarai Limpahkan Berkas Dugaan Kasus Politik Uang ke Polisi

berita terkini
Komisioner Bawaslu Kabupaten Manggarai, NTT
222

PORTALINDONESIA.NET, MANGARAI NTT - Penanganan kasus dugaan politik uang yang terjaadi di Desa Terong, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut.

Kasus yang menyeret nama beberapa pengurus dan seorang calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN), akhirnya dilimpahkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai kepada pihak kepolisiaan.

"Kasus tersebut kami sudah limpahkan ke kepolisiaan untuk tahap penyelidikan," ujar Komisioner Bawaslu Manggarai, Herybertus Harun, saat menggelar jumpa pers di kantor Bawaslu Manggarai, Senin (20/5) sore.

Komisioner lainnya, Fortunatus Hamsah Manah, menambahkan, selain berkas pemeriksaan, Bawaslu juga menyerahkan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 300.000, kartu nama dan stiker caleg.

"Stiker caleg PAN nomor urut satu atas nama MM," ungkap Fortunatus.

Kasus dengan terlapor Hendrikus Abon itu, selain dilaporkan oleh Eduardus Adi, juga dilaporkan oleh Hendrikus Mandela dari Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD).

Eduardus Adi dan Hendrikus Mandela turut hadir untuk menyaksikan penyerahan berkas dan barang bukti di Polres Manggarai pada Senin siang.

Untuk pemberkasan kasus tersebut, Bawaslu telah memerikda 6 orang saksi termasuk terlapor Hendrikus Abot. Satu-satunya saksi yang tidak memenuhi panggilan Bawaslu yakni Yakobus Kasim 

Meski tidak memenuhi panggilan, nama Yakobus Kasim tetap dilimpahkan ke Polres untuk ditindaklanjuti.

Bawaslu juga telah memeriksa Ahli dari KPU Kabupaten Manggarai untuk memastikan status Hendrikus Abot dalam kepengurusan PAN.

Nama Hendrikus Abot memang terdapat dalam SK pengurus PAN dan masih harus membuktikannya dihadapan polisi dengan menunjukkan data Sipol.

"Apakah Hendrikus Abot itu orang yang sama yang dilaporkan oleh Hendrikus Mandela, butuh fakta lebih lanjut," ujar Fortunatus

Eduardus Adi mengaku telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polres Manggarai. Demikian juga Hendrikus Mandela yang menjalani pemeriksaan hingga Senin malam.

Keduanya mengapresiasi kinerja Bawaslu Manggarai yang telah menunjukan keseriusan menangani kasus tersebut.

Selain itu, mereka juga berharap pihak Kepolisian dan selanjutnya pihak kejaksaan bisa menangani kasus tersebut dengan baik.

Proses hukum yang profesional diyakini bisa menguak penyandang dana di balik kasus tersebut. Mereka dihadapan Bawaslu, tak meyakini menggunakan uangnya sendiri untuk membeli suara demi memenangkan caleg MM.

"Secara kasat mata, kondisi terlapor sama dengan kondisi warga lainnya, kok dia relakan menggunakan uang sendiri untuk beli suara untuk memenangkan seorang caleg incumbent. Uang dan stiker itu dari siapa kalau bukan dari caleg," kata Hendrikus

Seperti diketahui, kasus ini mencuat sejak Hendrikus Abot memarahi keluarga Eduardus Adi sehari setelah pelaksanaan pemilu lalu. Hendrikus Abot mencurigai keluarga Eduardus Adi tidak memilih MM, Caleg PAN nomor urut 1 daerah pemilihan Manggarai 2.

Merasa ditipu oleh keluarga Eduardus Adi, Hendrikus Abot marah-marah. Ia juga mendesak agar uang dari caleg MM sebanyak Rp 300.000 segera dikembalikan.

Eduardus Adi tak menyerahkan uang tersebut kepada Hendrikus Abot.I a malah menyerahkan uang itu kepada Panwascam Kecamatan Satar Mese Barat dan melaporkannya sebagai tindakan politik uang.

Berdasarkan penelusuran media ini, diduga Hendrikus Abon tak sendiri dalam membagi bagi uang. Diduga ia bersama Yakobus Kasim dalam membagikan uang Rp 100.000 perorang untuk memilih caleg MM dari PAN nomor urut 1 daerah pemilihan Manggarai 2 saat Pemilu 2019.

Sementara itu, caleg dari PAN yang berinisial MM, belum menanggapi kasus yang menyeret namanya tersebut. Hingga berita ini diturunkan, caleg petahana yang kembali terpilih dalam pemilihan umum 2019 ini belum merespon permintaan wawancara dan belum berhasil ditemui.

Reporter : Engkos Pahing
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Puluhan Ibu-ibu di Bondowoso Tertipu Arisan Online
Berita Selanjutnya Pendaftaran Pengisian Los dan Kios Pasar Baledono Diperpanjang

Komentar Anda