Portal Indonesia
ad

Digusur, Ketua Umum PB KMKM: Pemda Segera Kembalikan Pasar Rakyat Mamasa 

berita terkini
Ketua Umum PB KMKM Kabupaten Mamasa, Richie Richardo.
ramadhan

PORTALINDONESIA. NET, MAKSSAR - Penggusuran Pasar Rakyat Mamasa, Sulawesi Barat oleh Pemda Kabupaten Mamasa, mengundang kritikan dari berbagai pihak, termasuk para pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Mamasa. Selasa (28/5/2019). Salah satunya datang dari Richie Richardo, Ketua Umum Pengurus Besar Kesatuan Mahasiswa Kabupaten Mamasa (PB KMKM)

Ia menilai kebijakan Pemda Kabupaten Mamasa atas penggusuran pasar rakyat tersebut tidak tepat. Sebab, menurut Richie, penggusuran pasar rakyat Mamasa itu dilakukan hanya karena alasan demi keindahan kota Mamasa. Dan ketua umum PB KMKM iit, juga merasa keberatan atas kebijakan tersebut. 

Selain itu, Ia menyayangkan dengan langkah Pemda yang tidak menggunakan hak otonom untuk mengelola wilayah Kabupaten Mamasa.

Ketua PB KMKM itu meminta agar Pemda segera mengembalikan pasar rakyat tersebut ke tangan pedangan Mamasa. "Pemda segera mengembalikan pasar rakyat ke tangan Pedagang Mamasa. Pedagang Mamasa selayaknya mendapat kesejahteraan," tuturnya

Ia juga mengharapkan Bupati dan Wakil Bupati Mamasa untuk bisa beraudiensi dengan masyarakat atas kasus tersebut. "Selama ini Bupati dan Wakil Bupati selalu beralasan jika ingin beraudiensi" tutupnya.

(Kondisi Pasar Rakyat Mamasa)

Pasar rakyat ini merupakan tempat transaksi pedagang dan rakyat yang cukup lama membawa kesejahteraan bagi rakyat Mamasa. Tetapi bagi sebagian masyarakat pedagang, akhir akhir ini menganggap Pemda Kabupaten Mamasa sudah tidak pro rakyat lagi. 

Untuk diketahui, penggusuran di pasar rakyat Mamasa ini sudah untuk kedua kalinya. Penggusuran pertama kali dilakukan pada Agustus 2018 lalu, dan kali kedua dilakukan sekitar 2 minggu yang lalu. 

Pada penggusuran pertama, pedagang direlokasikan ke Pasar Barra Barra yang merupakan pasar milik Pemda Mamasa.

Namun karena dirasakan lokasi pasar yang tidak strategis dengan jarak tempuh cukup jauh, sehingga berdampak pada sepinya konsumen. Hal tersebut yang membuat para pedagang tidak bertahan lama

 

Reporter : Tarsisius Darson Wesa
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya PN Ruteng Jatuhkan Putusan Penjara Terhadap Pelaku Penembakan di Sondeng
Berita Selanjutnya Kesbangpol Tegaskan Investor Jangan Takut Tanamkan Modal di Probolinggo

Komentar Anda